#129 : Ratapan

43 1 0
                                        

Kembalikan waktu serta senyumku pada hari itu, juga jingga yang kelabu pada langit senja. Dan hujan yang terus menggerus jiwa yang rentan, berapa lama lagikah air mata akan terus keluar? Apa ia harus menjadi darah agar kelak kau meneguknya hingga habis seluruh rasa sakit yang mengungkung?

Penaku merintih, tergetarkan oleh dendam-dendam kesumatmu. Juga dendamku yang bercampur dengan nada-nada cinta kepiluan. Menuai kehampaan dan luka yang kuregang akhirnya membuncah ke dasar lautan nestapa, hati yang penuh kegersangan. Menyuluh harapan yang telah patah oleh berjuta cambuk kegelisahan. Aku dan sebuah ratapan yang tak berlalu jua.

27 Maret, di ruang yang masih sama.

RenjanaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang