Luangkanlah diri sebentar
Letakkan segala kesombongan di belakang
Untuk sementara waktu bertemanlah dengan lingkungan
Kau telah melupakannya sejak lama
Kilauan biru senyuman ombak
Sudah tak seindah dulu lagi
Ketika penyesalan merasuk ke ruang hati
Bahagia pernah menjelma di sini
Sejauh mata memandang
Tak pernah hilang laut yang terhampar luas
Dulu ia mengalir lembut tanpa kalut
Mahakarya terindah dari yang Maha Indah
Percikan airnya menjamah kaki-kaki
Sebelum pembuta menjadikannya kotor
Bibir pantai terluka seakan berdarah-darah
Keangkuhan mengalahkan tingginya ombak
Keegoisan mengalahkan dalamnya lautan
Manusia tidak pernah sadar
Merdunya simfoni alam mulai memudar
Bumi telah ditelan oleh besarnya pembangunan
Atas rasa serakah yang tiada surut-surutnya
Lautku menangis
Tiadakah kau teriris?
Lautku penuh sampah
Tiadakah kau menyerah?
Bumiku sedang di ambang kehancuran ....
—17 Juni 2019
Riau
KAMU SEDANG MEMBACA
Renjana
RomanceHighest rank #1 in Quotes 18/01/2019 "Karena sajak tidak akan pernah berbohong. Sajak adalah suara hati dari penulisnya, dan mungkin kita sedang mengalami hal yang sama."
