[Chp.03] [Y/N] [L/N] Origin (2)

3.8K 438 235
                                        

PERINGATAN!!
Chapter ini mengandung kata-kata kasar, kekerasan pada anak, dan adegan berdarah yang mungkin membuat beberapa pembaca merasa tidak nyaman. Jika pembaca tidak kuat, bisa meninggalkan chapter ini dan lanjut pada chapter selanjutnya. Mohon kebijaksanaannya dalam membaca. Terima kasih!



"Baiklah, aku akan menceritakannya sekarang."

Flahsback, Karui POV

Saat itu aku sedang berjalan-jalan di sekitar kota, mencari bahan makanan yang masih layak untuk dimakan. Aku mengambil jalan menuju arah pintu masuk kota. Biasanya di sana terdapat beberapa bahan makanan baru yang entah datang darimana. Tapi selama masih layak dikonsumsi, itu bukanlah masalah. Di saat itulah aku melihatmu. Kita

Aku yang sedang mengisi tasku dengan bahan makanan yang berhasil kudapatkan, terhenti kala mendengar suara ban mobil yang bergesekan dengan tanah.

Saat aku berbalik, aku melihat sebuah mobil hitam yang terparkir di depan pintu masuk kota. Lalu tak lama, pintunya terbuka dan menampakkan seorang wanita dengan seorang anak di genggamannya.

Wanita itu, ibumu. Dia menyeretmu keluar dari mobil secara paksa lalu melemparmu ke tumpukan sampah terdekat. "Mulai sekarang kau tinggal di sini untuk selama-lamanya!" Ucapan itu yang terdengar dari bibir ibumu.

Aku yang tidak mengerti mengapa seoeang ibu tega membuang anaknya yang masih kecil ke kota ini sendirianpun menghampirinya.

"Permisi, saya tidak bermaksud menganggu urusan anda, tapi mengapa anda membuang anak anda sendiri?" Tanyaku begitu aku berdiri di dekat ibumu.

Dia menoleh ke arahku, menatapku dengan tatapan—kenapa kau peduli pada anak sampah ini?—sambil memandang dirimu yang tidak bergerak sama sekali. Jujur saja aku sendiri merasa aku terlalu mencampuri urusan yang bukan seharusnya kucampuri.

Tapi entah kenapa, aku merasa bahwa aku harus melakukannya. "Anak ini tidak berguna!" Kata ibumu. "Dia hanya memberiku masalah setiap hari! Dan membuatku harus mengeluarkan uang setiap harinya karena penyakit anehnya itu!" Teriaknya. Aku tidak mengerti apa maksud dari kata 'penyakit aneh' yang dia maksud.

Akupun memberanikan diri bertanya, "Maaf tapi penyakit aneh apa yang anda maksud?" Ibumu menarik napas, lalu menjawab, "Tangannya suka tiba-tiba membekukan sesuatu tanpa dia sadari. Banyak barang rumah yang dia bekukan tanpa sadar. Bahkan makanan, dan yang paling gila dia juga membekukan manusia! Ketika aku menyuruhnya mengembalikan semuanya, yang dia lakukan hanya berdiam diri, menangis dan mengatakan berulang-ulang kalau dia tidak tau caranya!"

"Mustahil kalau dia bisa melakukannya tapi tidak tau cara mengembalikan semuanya seperti semula!" Ibumu menendang tubuhmu ke arah tumpukan sampah. "Dia ini... dia ini pasti sengaja melakukannya! Dia hanya ingin membuatku menderita! Iya kan?! Jawab aku dasar anak bodoh!" Teriaknya histeris, menampar pipimu berulang kali.

Membekukan barang bahkan manusia? Anak ini, bukan anak biasa. Apa dia punya sihir? "Padahal di antara kami semua, tidak ada yang punya penyakit aneh ini sepertinya! Dan apa kau tau, aku harus mengeluarkan banyak uang, menyewa banyak orang, dokter, bahkan dukun untuk menghilangkan penyakit bodoh ini! Tapi nyatanya apa! Dia tidak sembuh!"

Ibumu kemudian beranjak menuju bagasi mobilnya, mengambil beberapa koper yang kupercaya berisi semua barangmu dan melemparkannya padamu. Untung saja koper itu tidak mengalami kerusakan sama sekali akibat lemparan yang cukup keras itu. Dan yang paling penting benda kotak persegi panjang itu tak mengenai dirimu.

Dan kau masih saja terdiam tidak bergerak sama sekali. Kenapa kau tetap diam? Padahal mereka menjahatimu. "Huh! Dasar anak tidak tau di untung! Setidaknya ucapkan terima kasih karena aku masih mau mengangkat barang-barangmu!" Teriaknya kepadamu.

My Duty [Hunter×Hunter x Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang