[UPDATE SETIAP RABU DAN JUMAT]
Ketika aku terbangun, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan tua kecil di dunia atau bisa dikatakan dimensi yang berbeda. Aku tidak tau apa dan kenapa aku bisa berada di sini, tapi aku tau satu hal yang past...
Hari yang sama dengan kelahiran sang Raja, sebuah mobil box melaju stabil ke arah perbatasan NGL. Kendaraan beroda empat itu berhenti beberapa meter sebelum titik perbatasan tersebut. Pintu belakang terbuka, empat sosok manusia turun dari dalam. Dua pria dewasa dan dua anak laki-laki.
Keempat orang itu menatap pada perbatasan NGL yang berada dibalik pohon raksasa. Knukcle, Shoot, Killua, dan Gon.
Gon menolehkan kepalanya kepada pria berpakaian serba putih di sebelah Killua. "Knuckle," panggilnya. Yang dipanggil pun menoleh pada Gon.
Tatapan anak berambut hijau jabrik itu goyah. Kepalanya menunduk ke bawah. Keberadaan seekor makhluk Nen berbentuk kucing berwarna ungu bertengger di pundaknya. Air mata terkumpul di sudut matanya, lalu dengan putus asa ia berkata, "Berjanjilah! Kau harus selamatkan Kite dan [Y/N]!"
Knuckle menganggukkan kepalanya. "Serahkan saja padaku. Aku janji akan membawa mereka kembali. Aku berjanji di atas token ini," balas Knuckle, pria itu menunjukkan token miliknya yang lengkap setelah menerima token kekalahan Gon.
Hendak meninggalkan dua anak itu, langkah Knuckle dan Shoot dihentikan oleh suara Killua. "Boleh aku menitipkan sesuatu?" gumam anak berambut seputih salju itu.
"Apa itu?" tanya Knuckle.
Killua merogoh saku celananya, mengeluarkan sebuah kalung berwarna perak dengan liontin berbentuk bunga es indah. Ia menyerahkan kalung itu ke tangan Knuckle.
Sejenak kalung itu di tatap oleh Knuckle dan Shoot, lalu mereka menatap Killua meminta penjelasan. "Kalung itu milik [Y/N]. Aku yakin... kalung itu akan membantu kalian menemukannya dan membantunya untuk mengenali kalian." Killua menundukkan kepalanya sembari berbicara, seakan tak kuat bila harus menatap kalung milik gadisnya.
"Baiklah, kami mengerti."
Setelahnya, Knuckle dan Shoot benar-benar pergi. Knuckle memberikan senyuman dan mengangkat ibu jarinya ke atas sebelum masuk ke dalam perbatasan NGL. Orang-orang yang berjaga di sana langsung mengizinkan mereka masuk setelah melakukan prosedur pemeriksaan.
Gon dan Killua belum berpindah setelah Knuckle dan Shoot menghilang dibalik pohon besar itu. Teman-teman Kite yang membawa mereka, menunggu dengan sabar di dalam mobil. Masing-masing dari dua anak itu hanya mengharapkan satu hal, keselamatan orang yang mereka sayangi.
Beberapa menit berlalu, KIllua menghembuskan napas kasar. Berbalik kembali ke arah mobil. Sedangkan Gon masih berdiam di tempatnya. Suara burung berkicauan di udara mengisi kekosongan yang sedang terjadi.
"Killua..." Baru beberapa langkah, suara Gon memanggil namanya membuat anak keluarga Zoldyck itu berhenti dan berbalik. "Aku lemah..." gumam Gon pelan. Killua tak membalas, tak mengucapkan apapun. Sebab ia sendiri memahami apa yang Gon rasakan.
Punggung Gon bergetar, suara isak tangis yang di tahan terdengar. "Aku tak pernah tahu..." lirihnya. Memori malam sebelumnya terputar di dalam benaknya-tepat saat detik-detik kekalahannya. "...bahwa kelemahan dapat membuat frustasi," lanjutnya sembari menahan tangis dan air mata yang terus mengalir.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.