[UPDATE SETIAP RABU DAN JUMAT]
Ketika aku terbangun, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan tua kecil di dunia atau bisa dikatakan dimensi yang berbeda. Aku tidak tau apa dan kenapa aku bisa berada di sini, tapi aku tau satu hal yang past...
Kejadian malam itu pun berlalu begitu saja. Saat matahari terbit, Gon, Killua, dan [Y/N] bersiap-siap untuk pergi piknik di taman kota sekalian bertemu dengan Kurapika. Sementara Leorio dan Zepile akan pergi ke lelang seperti rencana mereka kemarin. Beberapa makanan nanti akan mereka beli dari restoran cepat saji.
Untunglah kondisi [Y/N] cepat membaik sehingga gadis itu bisa ikut berpiknik bersama dengan Gon dan Killua. Malam kemarin, ia tak sempat bertanya pada Killua tentang apa yang terjadi. Ia ingin bertanya, namun melihat reaksi Killua yang terlihat sangat ketakutan, ia pun mengurungkan niatnya.
Anak itu terus memeluknya semalaman, bagaikan ia bisa saja meninggalkannya kapan pun. Air matanya pun mengalir, namun saat ditanya ingin tissue atau sesuatu, Killua menggelengkan kepalanya.
"Aku hanya ingin memelukmu," katanya. Anak itu juga tidak ingin mengakui bahwa ia sedang menangis. Padahal jelas-jelas [Y/N] bisa merasakan bajunya yang basah karena air mata Killua.
Namun setelah dipikir-pikir mungkin sebaiknya ia tak bertanya saja. Biarlah apa yang terjadi berlalu begitu saja. Toh juga kalau ia tau pun, tak akan mengubah apapun.
Ia juga sempat bertanya pada Xarvier, tetapi makhluk itu hanya mengatakan, "Mungkin kau lelah saja. Sudahlah, kau lebih baik istirahat." Alhasil gadis itu akhirnya menyerah dan tak akan bertanya pada siapa pun lagi.
Jika kalian ingin bilang, "Kenapa tidak tanya pada Gon saja?" Well, mungkin karena tau sifat Gon yang jujur dalam mengatakan sesuatu, Killua melarang [Y/N] untuk bertanya pada Gon.
"Intinya, jika kau ingin bertanya tentang kejadian tadi pada Gon, lupakan saja. Jangan tanyakan apapun pada Gon," kata Killua.
Gadis itu pun terpaksa menurut daripada ia membuat Killua marah.
Saat hendak meninggalkan hotel, Leorio berpesan pada ketiga anak itu untuk segera menghubunginya kalau mereka sudah bertemu dengan Kurapika. Ketiganya pun setuju dengan hal tersebut.
Setibanya di taman kota, makanan-makanan yang telah mereka beli langsung dibuka oleh Gon dan Killua. Hidangan tersebut mereka jejer dengan rapi. Dua anak lelaki itu lalu mengadakan kompetisi 'Siapa yang makan paling banyak'. [Y/N] hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Saat diajak, gadis itu menolak. Ia akan makan santai saja. Manik matanya menerawang orang-orang yang berada di taman kota. Mereka terlihat bersenang-senang bersama dengan orang yang mereka sayang. 'Hari ini ramai juga taman kota,' pikirnya.
"Baiklah. Mulai!"
Sesaat setelah aba-aba diucapkan, Gon dan Killua langsung menyantap makanan tersebut. Mulut mereka bergerak dengan cepat, mengunyah setiap makanan yang masuk.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki yang berjalan mendekati Gon, Killua, dan [Y/N]. [Y/N] pun mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara. Manik matanya melebar, mulutnya sedikit terbuka. "Kurapika," ucap gadis itu senang.