Author POV
Tak terasa hari yang ditunggu pun tiba. Banyak orang yang berbondong-bondong berbaris di depan loket penjualan tiket untuk membeli tiket pertandingan pada hari itu. Pertandingan yang paling mendebarkan di antara semua pertandingan. Setelah mendapatka tiket, mereka kemudian beralih ke pintu masuk arena, memberikan tiket mereka pada penjaga dan duduk di kursi yang disediakan.
Sementara itu petarung yang akan bertarung di hari itu, tengah bersiap dibalik panggung. Cocco, pekerja yang berperan sebagai pembawa acara pada hari itupun mulai menyapa semua penonton yang ada di dalam arena.
"Halo, semuanya. Hari ini kita akan menyaksikan Gon dan Hisoka, pertandingan yang sudah kita nantikan. Seperti yang terlihat, seluruh bangku terisi. Ketegangan sebelum pertarungan tak tergambarkan."
Para penonton pun mulai tak sabar dan ingin segera agar pertandingan dimulai.
"Kapan mulainya?"
"Cepat mulai!"
Baik Zushi, Wing, Killua, dan [Y/N], telah berada di tempat duduk masing-masing. Dan menunggu pertandingan dimulai. Begitu dua petarung sudah siap, pertandingan pun dimulai, dengan Gon yang memasuki ring pertama kali. Ia disambut dengan api merah yang menyala dibalik layar dan juga asap putih yang mengelilinginya.
"Gon yang pertama masuk ring. Setelah empat pertarungan, rekornya 3-1. Dia menang beruntun," ucap Cocco.
Gon berjalan di atas panggung pertandingan, memasuki arena dengan sorak-sorai penonton yang mendukungnya.
"Gambare yo, Gon!"
"Mana pancinganmu? Tak mungkin kamu menjatuhkan Hisoka tanpa senjata!"
Lalu dilanjutkan dengan Hisoka yang disambut dengan api biru yang menyala-nyala dibalik layar, dan sosok pesulap itu yang muncul di atas panggung. "Selanjutnya, bersama layar berapi ini, Hisoka muncul!"
Pesulap bersurai merah itu kemudian melakukan peregangan kecil pada tangannya sembari berjalan menuju arena.
"Pertarungan mautnya dengan Kastro masih teringat jelas di benak kita. Rekornya 9-3. Bisa menantang Floor Master kalau menang. Atau harus mulai dari awal bila kalah. Namun, dia belum pernah kalah saat menginjakkan kaki ke ring. Akankah rekor tak terkalahkannya berlanjut?"
Begitu keduanya sudah berada di tengah arena, lampu sorot yang bersinar di atas kepala mereka pun dimatikan, dan digantikan dengan lampu yang ada di arena yang bersinar terang di penjuru ruangan. Terjadi tatap-tatapan antara Gon dan Hisoka selama beberapa waktu.
'Jangan menatapku begitu. Aku jadi bersemagat," batin Hisoka sembari mengaktifkan Nen-nya.
'Aura yang sangat jahat. Gon-kun, jangan paksakan dirimu,' batin Wing.
Gon pun lalu ikut mengaktifkan Nen miliknya. Jembatan otomatis yang tadi membawa mereka ke dalam arena pun diturunkan ketika pertandingan sudah akan dimulai. Wasit memberikan arahan, "Sistem poin dan KO. Tidak ada batasan waktu. Ronde satu."
Sebelum wasit menyatakan pertandingan dimulai, Gon dan Hisoka mengambil langkah mundur dan ancang-ancang. "Mulai!"
"Inilah pertandingan yang sudah dinanti. Tak ada kata mundur! Siapa yang akan menyerang lebih dulu?"
Gon membawa kakinya bergerak pada Hisoka. "Ternyata Gon!" Saat ia berada di depan Hisoka, pria itu menghindari dan memukul punggungnya. Namun tak ingin menyerah, Gon berbalik, melompat dan memberikan serangan bertubi-tubi pada Hisoka.
Semua serangan itu dapat Hisoka hindari dengan mudah. Pesulap itu lalu menendang Gon. Namun anak itu dapat mendarat dengan selamat lalu berlari mendekati Hisoka lagi. Gon melayangkan kepalan tangannya pada Hisoka, namun dihindari. Reflek, Gon merendahkan tubuhnya saat ia melihat tangan Hisoka yang melewatinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Duty [Hunter×Hunter x Reader]
Fanfiction[UPDATE SETIAP RABU DAN JUMAT] Ketika aku terbangun, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan tua kecil di dunia atau bisa dikatakan dimensi yang berbeda. Aku tidak tau apa dan kenapa aku bisa berada di sini, tapi aku tau satu hal yang past...
![My Duty [Hunter×Hunter x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/285070658-64-k704557.jpg)