[S2, Chp.94] Duel With Knuckle (2)

234 50 16
                                        

Author POV

Asap tebal berwarna ungu memenuhi hampir seluruh bagian hutan. Menutup area pandangan dan mempersulit komunikasi diantara para semut chimera. Satu per satu prajurit semut dihabisi perlahan-lahan. Sesuai dengan rencana yang berjalan.

Komunikasi diantara para semut berantakan. Para semut bertelepati di saat yang bersamaan, menyerukan permintaan pertolongan, ada yang kebingungan, dan juga ada yang sibuk mencari pemimpin tim. Akibatnya, suara mereka saling bertumpuk dan semut yang menerima tak bisa memahami yang sedang terjadi.

Setiap kali ada pasukan baru yang terjun ke medan perang, asap tebal akan memisahkan mereka tanpa disadari. Lalu sebuah lubang akan membawa mereka menuju tempat maut menjemput mereka. Selama hampir satu bulan, cara ini cukup efektif dalam menurunkan jumlah pasukan semut chimera.

Ketua Netero bangkit berdiri ketika semut lainnya dikirimkan padanya. Pria itu dengan mudah menebas dan menghabisi mereka. Morel dan Knov yang mengawasi dari luar. Dua pria itu mengawasi dari sebuah tebing. Keduanya duduk dengan santai, sembari menjalankan tugas mereka.

"Apa kau yakin ini ide yang baik?" tanya Morel.

"Apa maksudmu?" Knov balik bertanya. Mata pria itu tak berpindah dari buku kecil yang ia baca.

"Kita terus mengirim musuh ke pria tua itu. Dia yang menghabisi mereka. Ini sedikit terlalu gampang," kata Morel.

"Namun, ini metode yang pasti," balas Knov.

"Aku tidak akan menyangkalnya," kata Morel setuju.

"Si ketua rendah hati. Dia masih jauh lebih kuat daripada kita. Dia sepertinya bersemangat tentang ini," kata Knov.

Di saat yang bersamaan, ponsel milik Morel berbunyi. Layar menunjukkan nama Ketua Netero sebagai penelpon. "Oh, kebetulan," ucap Morel. Telepon diangkat, kedua pihak itu terhubung melalui jaringan telepon.

"Terus kirimkan mereka padaku. Aku akhirnya mulai mendapatkan gayaku lagi," titah Ketua Netero. Pria berumur itu baru saja membunuh semut terakhir yang dikirimkan padanya. Ruangan tempat pria itu berada dipenuhi dengan darah dan mayat para semut chimera. Ia merengangkan beberapa ototnya yang terasa kaku.

"Itu mengesankan," puji Morel. Knov tersenyum tipis, tahu apa yang diminta oleh sang ketua.

Sembari melakukan peregangan, Ketua Netero menanyakan kondisi sang Ratu semu chimera. Morel mengambil teropong miliknya, bangkit berdiri lalu mengecek kondisi sarang besar itu dari kejauhan.

"Dia belum bergerak. Sang Ratu masih bersembunyi di sarangnya," lapor Morel.

"Itu berarti sang Raja belum lahir. Terus pantau situasinya," titah Ketua Netero. Pria yang tidak berusia muda lagi itu melamun sejenak, berpikir. "Aku tak yakin bisa menyelesaikan misi ini tanpa mengorbankan seseorang," gumamnya sembari mengelus janggut putih panjangnya.

"Ryoukai desu," balas Morel lalu memutuskan panggilan.

Pria bertubuh besar dengan rambut putih seleher itu menoleh pada Knov. "Si pria tua itu sedang dalam performa yang baik," katanya.

"Perlukah kita mengirimkan pasukan lagi?" tanya Knov. Morel membalas ya dengan cepat.

Dua pria itu bergerak lagi, mencari beberapa pasukan lalu mengirimkan mereka pada Ketua Netero.

Sementara itu, di dalam sarang semut chimera. Colt dan Peggy sedang berdiskusi. Mereka menunggu beberapa tim untuk kembali setelah perburuan, namun mereka tak kunjung kembali. "Tim Baital dan Graftz belum kembali," kata Peggy.

"Sekarang kita hanya ada 14 tim," gumam Colt.

"Dasar para manusia brengsek. Bagaimana mereka bisa mengurangi jumlah kita?" tanya Peggy kesal.

My Duty [Hunter×Hunter x Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang