Author POV
Sampai di Soufrabi, mereka disuguhi dengan pemandangan yang luas. Kota itu terletak di tepi pantai. Kotanya sendiri pun terbilang kota yang besar. Mereka langsung berpencar ke sudut-sudut kota untuk mencari informasi. Kebetulan sedang ada bazaar di dekat kota itu. Mereka memilih untuk mencari informasi di sana.
Baru beberapa menit berpisah, tiba-tiba rekan tim lain memberitahu kalau ada yang menemukan informasi mengenai kartu tersebut. Mereka semua berkumpul di depan sebuah stand, mendengarkan seorang wanita berbicara.
"Perompak menguasai kota ini. Ada legenda soal gua dalam air bernama Gua Dewa Laut yang ada di dekat sini. Lahan di Pantai adalah pintu masuknya. Beberapa tahun lalu, setelah tahu soal legenda gua dan harta karunnya, lima belas perompak datang ke kota ini. Razor dan 14 Setan. Semua nelayan kota ini disiksa dan dibunuh. Para perompak membunuh semua orang yang tahu soal Lahan di Pantai. Jika bisa menghabisi perompak, aku akan memberitahu semuanya," jelas wanita itu sembari menyalakan rokok dan menghisapnya.
Sekumpulan orang itu pun berdiskusi sebentar. "Saat kemari beberapa bulan yang lalu, kami tak dapat petunjuk apapun," jelas salah satu anggota tim lain.
"Pasti ada info yang muncul saat tertentu saja. Kejadian yang terjadi pada waktu ini?" sahut yang lain.
Gadis bersurai biru gelap-rekan satu tim Asta-memikirkan bergumam kecil, "Razor dan 14 Setan." Ia lalu mengangkat kepalanya, seakan menyadari sesuatu. "Mungkin kejadiannya baru ada karena jumlah pemain yang ada saat ini," ucapnya.
Anggota lain mengerutkan kening. Tak paham dengan ucapan gadis itu. "Total ada 15 perompak. Kebetulan saat ini kita ada 16 orang," jelas gadis itu.
"Jadi, kejadian tak akan muncul sampai ada kelompok beranggotakan 15 orang?" ucap seseorang mengambil kesimpulan.
"Tapi bagaimana bisa seorang NPC bisa tahu?" Killua lalu menyahut, "Kartu Accompany!"
"Benar. 15 orang atau lebih harus tiba di Soufrabi dengan kartu Accompany! Tampaknya itu pemicu kejadian ini," ucap gadis bersurai biru itu lagi.
Kazsule pun mengajak semua orang untuk mendatangi markas perompak tersebut. Mereka langsung berangkat setelah semua anggota setuju.
Saat tiba di sana, mereka disuguhkan pemandangan tiga pria yang sedang bersantai. Dua orang bertubuh kurus, masing-masing duduk di sebelah kiri dan kanan. Serta seorang yang bertubuh paling gemuk di tengah.
"Siapa kalian? Tempat ini sudah kami pesan untuk malam ini. Pergi sana!" ucap yang bertubuh gemuk mengusir. Ia tampak tidak suka dengan kedatangan ke-16 orang tersebut.
"Kami hanya ingin berbicara. Apa kalian bisa meninggalkan kota ini?" ucap Kazsule. Tak sesuai harapan, bukan seperti yang diinginkan, ketiga pria itu malah tertawa saat mendengar ucapan Kazsule.
"Sudah lama aku tidak mendengarkan kata-kata itu." Mereka tertawa terus menerus tak mempedulikan eksistensi gerombolan orang dihadapan mereka.
Yang bertubuh gemuk bangkit dari posisi santainya, menendang jauh botol-botol kosong yang ada di sekitarnya. Dengan tatapan angkuh dan sombongnya, ia menantang. "Kalau begitu, jangan bertele-tele. Paksa kami keluar dari sini." Ia menuangkan minuman di tangannya membentuk lingkaran. Menyalakan korek api di tangannya dan membiarkan api menyentuh air yang mengelilinginya. Ia lalu duduk di tengah.
"Bebas mau berapa orang yang menyerangku langsung. Jika kalian bisa mengeluarkan aku dari lingkaran ini, kalian akan kuantar bertemu bos kami," tantang si pria gemuk.
Seseorang bertubuh kekar tanpa rambut maju ke depan. "Hanya perlu mengeluarkanmu dari lingkarannya, 'kan?" tanyanya memastikan sembari meregangkan otot-ototnya. "Jika mau adu otot, akulah lawanmu." Pria itu mengaktifkan Ren-nya, mengeraskan seluruh otot tubuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Duty [Hunter×Hunter x Reader]
Fiksi Penggemar[UPDATE SETIAP RABU DAN JUMAT] Ketika aku terbangun, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan tua kecil di dunia atau bisa dikatakan dimensi yang berbeda. Aku tidak tau apa dan kenapa aku bisa berada di sini, tapi aku tau satu hal yang past...
![My Duty [Hunter×Hunter x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/285070658-64-k704557.jpg)