[UPDATE SETIAP RABU DAN JUMAT]
Ketika aku terbangun, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan tua kecil di dunia atau bisa dikatakan dimensi yang berbeda. Aku tidak tau apa dan kenapa aku bisa berada di sini, tapi aku tau satu hal yang past...
Mereka lalu pergi ke bagian lain dari kota Antokiba. Menemukan sebuah turnamen batu-gunting-kertas berhadiah Pedang kebenaran. Lalu memutuskan untuk ikut berpartisipasi. [Y/N] kalah di tengah permainan. Kalah dari Killua saat semi-final. Pertandingan final antara Gon dan Killua. Killua mengelurkan batu sememtara Gon menggunakan gunting.
"Omedetou. Ini hadiahnya, Pedang Kebenaran." Pedang tersebut diserahkan pada Killua. Saat Killua menyentuhnya, pedang tersebut otomatis berubah menjadi sebuah kartu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ini kartu nomor 83. Masuk kategori slot terbatas," ucap Killua membaca informasi yang tertera. Mereka lalu ber-tos ria. Berhasil mendapatkan sebuah kartu berharga. Killua dengan segera menyimpan kartu tersebut ke bukunya.
Mereka berjalan meninggalkan tempat turnamen tersebut. Mencari kartu lainnya.
"Masalahnya adalah bagaimana cara kita melindungi kartu ini?" Gon berucap bingung. [Y/N] yang berjalan di samping kiri Killua menghela napas lelah. "Kita tidak punya kartu untuk pertahanan," timpalnya.
"Tunggu, kalian!"
Seorang pria berdiri tak jauh dari ketiga anak itu. Mereka berbalik dengan santai menatap pria itu.
"S-serahkan Pedang Kebenaran itu! Jika tak patuh, kalian akan terluka," pintanya sedikit gemetar.
"Iiyada yo, baaka," balas Killua cuek.
Pria itu memunculkan bukunya, hendak menyerang. Gon dan [Y/N] pun melakukan hal yang sama. Bersikap siaga pada pria itu.
"Kalian hanya menggertak. Aku tahu kalian baru memainkan game ini. Kalian tak punya sihir pertahanan, yang kalian punya di slot terbatas hanya Pedang Kebenaran."
Ia mengambil sebuah kartu dari dalam bukunya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ini kartu Steal! Kartu spell ini bisa mencuri satu kartu acak dari slot terbatas pemain lain! Rasakan ini! Steal On: Serang Killua!"
Namun ia terkejut sebab kartu itu tiba-tiba saja menghilang dari tangannya. Gon mendarat tepat dibelakang pria itu. Merebut kartu Steal miliknya. "Kau tidak punya kemampuan bertarung, bukan begitu, oji-san?" Kartu itu ia lemparkan kembali ke sang pemilik. "Selanjutnya, aku tidak akan mengembalikan kartumu, loh," ucap Gon santai.