[Chp.43] Yorknew City

2.1K 212 26
                                        

Author POV

Usai berbicara pada Milluki melalui telepon, Killua mengirimkan salinan kartu memori Greed Island ke rumahnya menggunakan seekor burung pengantar surat, yang di kakinya di kaitkan sebuah tabung kecil. Ia lalu membebaskan burung tersebut terbang di udara.

Burung itu pun terbang di udara dengan tujuan kediaman keluarga Zoldyck. Ketika sudah tiba di tujuan, burung itu langsung terbang ke jendela kamar Milluki. Sang pemilik kamar langsung membukakannya jendela, begitu ia melihat burung itu hinggap di jendela kamarnya.

Ia mengambil kartu memori yang Killua katakan padanya beberapa hari yang lalu di telepon. Sesudah itu, ia sengaja membiarkan burung tersebut bertengger di kamarnya. Karena jika Killua menepati kata-katanya, maka ia harus mengirimkan apa yang Killua minta kepadanya.

Jarinya dengan cepat bermain-main di atas keyboard komputernya. Mengecek isi data dari kartu memori tersebut.

"Jadi ini Greed Island. Sepertinya kartu memori yang ditemukan Kil benar-benar asli," gumam Milluki membaca huruf-huruf komputer yang tertera.

"Kau mungkin bisa mengurai datanya dan membuat ulang game-nya, 'kan?" Kata-kata yang diucapkan Killua melalui telepon kembali terngiang di benak Milluki. "Tentu," jawab Milluki.

Pemuda bertubuh gempal itu menyipitkan matanya. "Akan kubongkar semua kodenya dan kutamatkan game-nya. Akan kuakhiri game legendaris ini dan memenangkan 50 miliar jenny dalam prosesnya," ucapnya dengan penuh tekad.

Ia lalu teringat sesuatu. "Oh iya, ini suatu pertukaran. Aku perlu memberitahu Kil tentang laman dari situs khusus hunter." Ia lalu mengetikkan pada kotak pencarian situs khusus hunter, lalu menuliskan alamat situsnya pada secarik kertas.

Kertas itu lalu ia gulung-gulung kecil. Memasukkannya pada sebuah tabung kecil yang terikat di kaki burung tadi. "Kalau aku sampai mengingkari kesepakatan, dia akan mulai mengancam akan merusak mainanku lagi." Rupanya seorang Milluki sangat peduli dan menyayangi barang-barang koleksinya.

Membuatnya mau tak mau harus mengikuti kesepakatannya dengan sang adik. Ia lalu melepaskan burung tersebut dan kembali ke depan meja komputernya.

━─━────༺༻────━─━
[HUNTER×HUNTER Fanfiction]

☕︎🄼🅈 🄳🅄🅃🅈☕︎
━─━────༺༻────━─━

Di bawah langit biru yang cerah di pagi hari, sebuah kapal dengan ukuran besar terlihat sedang berlayar menuju ke kota Yorknew. Pada bagian atas dari layar kapal, terlihat ada tiga orang anak kecil yang tengah bersantai di sana. Mereka nampak sangat menikmati perjalanan mereka.

"Itu dia, Killua, [Y/N]," ucap anak berambut hijau jabrik kepada kedua temannya, sembari menunjuk pada kota Yorknew yang nampak di bola matanya.

"Ya, kita hampir tiba di Yorknew," balas Killua, anak berambut putih salju kepada temannya yang bernama Gon itu.

"Perjalanan yang sungguh panjang," keluh seorang gadis bernama [Y/N] dengan surai coklatnya yang indah.

"Kita bisa bertemu Kurapika dan Leorio di sana. Aku tak sabar!" ujar Gon semangat, mengingat janji mereka berlima beberapa waktu lalu.

"Kau terlalu tergesa-gesa. Kita masih punya dua minggu sebelum kesepakatan kita bertemu," kata Killua.

[Y/N] tertawa kecil mendengarnya. "Kurasa Gon sangat merindukan Kurapika dan Leorio," ucapnya.

My Duty [Hunter×Hunter x Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang