[Chp.10] First Phase (2)

3.4K 387 86
                                        

Reader POV

Akhirnya setelah menunggu beberapa lama, ujian hunter tahap pertama dimulai. Pria bersurai ungu dengan setelan jas rapi, muncul dibalik gerbang besar yang bergerak ke atas.

Setelah menjelaskan semua hal yang ingin dia jelaskan, pria bersurai ungu tersebut berbalik dan merentangkan kakinya. Mulai berjalan ke depan, diikuti oleh kami para peserta ujian di belakangnya.

"Tentu saja, tidak ada yang berbalik dan pergi. Aku harap ada beberapa yang menyerah." Ucap Leorio berharap.

Perlahan tapi pasti, kami yang awalnya hanya berjalan saja, perlahan-lahan harus berlari agar tidak tertinggal di belakang. "A-apa?" Beo Leorio.

"Orang-orang yang ada di depan mulai berlari." Ujar Gon. "Pengujinya, dia hanya berjalan." Kata Kurapika memperhatikan pria bersurai ungu itu. "Apa dia benar-benar berjalan? Langkah kakinya besar sekali." Ucapku.

"Saya lupa memperkenalkan diri. Saya Satotz, penguji di tahap pertama. Saya akan mengantar kalian ke tempat ujian tahap kedua." Ucapnya memperkenalkan dirinya sembari memberi keterangan singkat.

"Kedua? Lalu, ujian tahap pertamanya?" Tanya Hanzo, si ninja, yang berada pada barisan depan. "Sudah dimulai." Terang Satotz.

"Sudah dimulai?"

"Ini bagian dari ujiannya?"

Orang-orang yang berlarian mulai dilanda kebingungan.

"Kalian harus mengikuti saya ke tahap kedua. Ini adalah ujian tahap pertama." Tambah Satotz.

"Mengikutimu? Jadi, hanya itu saja?" Tanya Hanzo lagi.

"Ya. Saya tidak bisa mengatakan di mana atau kapan kalian akan sampai. Kalian hanya perlu mengikuti saya." Terang Satotz.

Kami semua kembali berlari mengikuti Satotz-san setelah mendengar penjelasan singkatnya. "Aku mengerti." Ucap Kurapika.

"Ujiannya aneh." Aku mengangguki pernyataan Gon. "Tapi bagaimana ujiannya memang ditentukan oleh pengujinya 'kan? Jadi harusnya ini normal." Terangku.

"Aku yakin ini ujian ketahanan. Tidak apa-apa buatku. Kemanapun, akan kuikuti!" Ujar Leorio yakin. "Kau sangat yakin ya, Leorio." Ujarku.

"Tentu saja!" Balas Leorio semangat.

'Tapi ada yang membuat pikiran kacau, karena tidak tau sejauh mana kita harus berlari. Dia juga menguji kekuatan mental kami.' Batin Kurapika.

Dua jam berlalu sejak ujian dimulai, kami para peserta telah menempuh jarak sekitar 30 kilometer dari garis start. Yang kami lakukan hingga saat ini hanyalah berlari. Mengikuti Satotz-san sejak awal sesuai arahan yang diberikan.

Sejauh mana jarak yang harus kami tempuh, tidak ada yang tau. Maa, harusnya sih aku tau. Sedihnya aku sudah tidak terlalu ingat setiap detail apa yang terjadi dari setiap arc dari anime-nya. Entah kenapa rasanya menyedihkan sekali.

Aku mengedarkan pandanganku, jika dibandingkan dengan saat ujian dimulai, sudah ada beberapa peserta yang tersingkir. Peserta ujian yang sekarang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan pada saat awal ujian, namun juga tetap terhitung banyak.

Beberapa diantaranya, ada yang kelelahan, ada yang pingsan, ada yang sudah menyerah, dan lain sebagainya. Aku bersyukur berkat latihan Karui-san yang menyuruhku berlari dari ujung pukul ujung di kota Meteor duly, aku jadi terbiasa berlari maupun berjalan dalam jarak tempuh yang jauh, tanpa merasa kelelahan.

'Aku sudah meremehkan ujian hunter ini. Semua orang di sini seperti monster. Ini kumpulan para monster...' batin Leorio berlari dengan sekuat tenaganya.

My Duty [Hunter×Hunter x Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang