[Chp.54] Getting The Game

1.4K 137 64
                                        

Greed Island Arc, Start.

Author POV

"Itu dia."

Seorang pria berpakaian jas hitam lengkap dengan beberapa bodyguard di sampingnya, melangkah masuk dalam gedung pelelangan. Nampak ada sekitar sepuluh orang lebih reporter yang menunggu kedatangannya. Bunyi jepretan kamera pun tak terelakkan ketika pria itu memasuki gedung.

"Itu target kalian."

Tiga orang anak dengan tinggi yang hampir sama, menoleh ke arah yang sama bersamaan. Menatap seorang pria berumur dengan jas hitamnya berjalan di antara kerumunan reporter dan kameramen. Pria berumur itu berjalan dengan penuh percaya diri.

"Konglomerat, Battera."

Pertanyaan dari para reporter pun menghujaninya. Dengan langkah gagah beraninya, ia tetap berjalan sembari menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan.

"Tujuan? Tentu saja, Greed Island," jawab pria itu percaya diri.

Sang reporter lalu bertanya lagi. "Kenapa Anda sangat tertarik dengan game ini? Anda sudah menghabiskan biaya yang besar untuk mendapatkannya."

"Itu hanya ungkapan cinta. Ingin memiliki sesuatu yang kamu cintai itu wajar, 'kan?" Pria itu lalu berbelok masuk ke ruang tunggu pelelangan. Tak menjawab pertanyaan lagi.

"Cinta apa yang Anda maksud? Kabarnya sudah beredar di mana-mana. Bagaimana pendapat Anda?" tanya sang reporter yang tak mengerti dengan jelas jawaban dari sang konglomerat.

Seorang anak lelaki berusia dua belas tahun mengernyitkan dahinya. Menatap intens punggung pria konglomerat itu. 'Akan aku dapatkan petunjuk yang ditinggalkan Ging!'

━─━────༺༻────━─━
[HUNTER×HUNTER Fanfiction]

☕︎🄼🅈 🄳🅄🅃🅈☕︎
━─━────༺༻────━─━

"Sekarang... jam berapa?"

Bisikan seseorang mengejutkan dua orang lainnya. Leorio dan Senritsu yang merawat Kurapika terkejut setelah mendengar bisikan pelan pemuda itu.

"Kurapika!" sahut Leorio.

"Jam dua siang," ucap Senritsu menjawab pertanyaan Kurapika.

"Jadi aku tertidur setengah hari, ya?" tebak Kurapika.

Leorio hanya diam, begitu pun dengan Senritsu. 'Sebenarnya sudah dua hari, Kurapika,' batin Leorio menatap teman pirangnya sendu.

"Di mana Bos? Bagaimana pelelangannya?" tanya Kurapika pada Senritsu.

"Pada akhirnya dibatalkan. Sisa barang pelelangan akan dilelangkan secara online. Bos menerimanya," jawab Senritsu.

Kurapika mengalihkan pandangannya, menatap plafon. "Kau bohong, ya?" Senritsu terkejut dengan ucapan Kurapika. "Dia sangat menantikan partisipasi pelelangan. Rasanya mustahil bila dia menerimanya begitu saja," kata Kurapika.

Rekan kerja pemuda itu terdiam. Kepalanya sedikit tertunduk. "Squala terbunuh. Sedangkan Eliza dalam keadaan sulit." Manik mata Kurapika membola. "Mata merah yang kita menangkan dicuri mereka, tetapi... Kelihatannya Bos lebih terkejut dengan keadaan Eliza. Lalu, dia bilang ingin pulang ke rumah," jelas Senritsu.

Kurapika menghela napas lalu memejamkan matanya. "Bagaiman dengan Gon, Killua, dan [Y/N]?"

"Mereka sehat. Saat ini..."

My Duty [Hunter×Hunter x Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang