Author POV
"Sudah berapa menit sejak kita mulai. Kau sudah memakai setidaknya 2.000 aura." Knuckle lalu menyuruh Gon untuk melihat Maskot APR yang senantiasa berada di dekat anak itu. Kepala Gon tertoleh ke belakang, menemukan Maskot APR.
Manik mata Gon melebar saat melihat makhluk menggemaskan itu yang ternyata sudah menjadi sangat besar. Sayap kecilnya mengepak ringan, tangannya terentang lebar. Wajahnya juga terus tersenyum tanpa rasa lelah. Dan yang lebih penting, angka pada kepalanya kini sudah menyentuh 1.586.
"Besar sekali! Dan juga, angkanya tiga kali lebih besar dari sebelumnya!" ujar Gon. Anak itu berbalik lagi kepada Knuckle. "Padahal baru dua atau tiga menit berlalu," protesnya.
Knuckle melipat tangan di depan dadanya. Pria itu mengoreksi hitungan waktu Gon. "Tepatnya 120 detik. Itu menunjukkan bagaimana bunga dapat menggilasmu," katanya.
Maskot APR bersuara lagi, angka pada kepalanya bertambah menjadi 1.745. Tubuhnya membesar untuk kesekian kalinya. Ukurannya bahkan tiga kali lipat lebih besar daripada Gon.
"Bahkan setelah kutambah 390 aura padamu, auramu masih dibawah 20.000. Utangmu akan terus bertambah. Meskipun kau masih sanggup berdiri tegak, dalam 260 detik atau empat menit dua puluh detik, kau akan gagal," jelas Knuckle.
Angka pada Maskot APR bertambah setelah sepuluh detik berlalu, kini sudah mencapai 1.920. Sedikit lagi menyentuh angka dua ribu.
Sebuah pertanyaan terlintas dalam benak anak berambut hijau jabrik itu. "Apa yang terjadi kalau aku gagal?" tanya Gon mulai serius.
"Maskot APR akan menjadi individu penindas Ren, lalu menghabiskan tiga puluh hari melacak sasaran. Selama masa itu, sasaran akan berada dalam kondisi Zetsu. Pada dasarnya, kau tidak akan bisa menggunakan Nen," jawab Knuckle. Mata pria itu memincing, lalu menambahkan, "Sudah terlambat menyesal bertarung denganku, bodoh!" ujarnya.
Kening Gon mengerut, ia mengerti sekarang. 'Inilah alasannya dia tidak menggunakan kemampuannya sejak awal. Dia menundanya demi diriku. Arigatou.' Anak berambut hijau jabrik itu mengepalkan dua tangannya erat. Lantas melesat maju untuk menyerang. Knuckle pun menyambutnya dengan senang hati.
Kepalan Gon mengarah pada Knuckle. Pria berambut hitam itu juga melakukan hal yang sama. Hasilnya, mereka berdua sama-sama saling memukul. Yang berbeda, Gon mendapatkan pukulan keras sementara Knuckle merasa biasa saja dari pukulan Gon.
"Pukulan itu hanya bernilai sekitar 150," ejek Knuckle. Gon menggertakkan giginya kesal.
"Kau membayar padaku 150, tapi aku meminjamkan 180 lagi padamu. Akibatnya, utangmu bertambah tiga puluh. Kau mau apa sekarang, hah? Sampai utangmu terlunasi, seranganmu tak berpengaruh bagiku," kata Knuckle bersidekap dada.
Suara Maskot APR mengalihkan perhatian Gon. Angka pada kepalanya bertambah menjadi 2.356 beserta tubuhnya yang semakin besar. Gon tidak akan menyia-nyiakan waktu yang tersisa. Anak itu segera berlari kembali pada Knuckle, bersiap menyerang.
Semangat itu pun disambut lagi dengan baik oleh Knuckle. "Ya, serang aku, bodoh! Jika kau hanya berdiri saja, kau akan gagal setelah empat menit jatuh tempo."
Mereka beradu tinju selama beberapa detik. Beberapa pukulan berhasil mengenai Knuckle. Namun tak bernilai banyak, hanya 100 aura. Ketika Knuckle mengayunkan satu tangannya untuk menyerang, Gon segera menghindar. Mengambil langkah ke belakang.
Angka pada Maskot APR berkurang 100, namun dalam sepuluh detik selanjutnya bertambah lagi. 2.470.
"Itu sama sekali tak berguna. Kau mengembalikan kurang dari separuh tagihan bunga terakhirmu," tutur Knuckle. Pria itu bertekad tak membiarkan Gon menggunakan teknik Jajanken-nya seperti sebelumnya. 'Setelah utangmu melebihi 10.000, kemenanganku sudah dipastikan,' batinnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Duty [Hunter×Hunter x Reader]
Fanfiction[UPDATE SETIAP RABU DAN JUMAT] Ketika aku terbangun, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan tua kecil di dunia atau bisa dikatakan dimensi yang berbeda. Aku tidak tau apa dan kenapa aku bisa berada di sini, tapi aku tau satu hal yang past...
![My Duty [Hunter×Hunter x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/285070658-64-k704557.jpg)