[Chp.46] Mission Failed, Captured

1.6K 194 37
                                        

Author POV

Di sana, di sebuah restoran dengan banyak meja bagi para pelanggan untuk duduk dan menikmati hidangan mereka. Terlihat ada dua orang anggota dari Laba-laba. Satu orang pria dan satu orang wanita. Mereka tengah duduk di salah satu kursi tengah membincangkan sesuatu.

Sementara di meja sebelah mereka, ada dua orang yang sedang mengawasi mereka. Pria dan wanita juga. Kedua orang itu hanyalah masyarakat biasa, yang dibayar dengan sejumlah uang agar mereka ingin memata-matai Genei Ryodan.

Saat mereka sedang mendengarkan percakapan dua orang anggota Laba-laba itu, tiba-tiba dering telepon milik sang wanita berbunyi. Dengan hati-hati dan berbisik, ia pun mengangkat telepon tersebut.

"Moshi-moshi?" sapanya pada sang penelpon.

"Aku yang mengajukan permintaan." Suara Leorio dapat terdengar di seberang telepon.

Wanita itu pun membalas. "Kamu terlambat. Kamu di mana?" tanyanya sambil berusaha mencari keberadaan Leorio.

"Berhenti mencari-cari. Aku bisa melihatmu. Orang dibelakangmu itu pacarmu? Akan kukirim uangnya sekarang, tolong konfirmasi," ucap Leorio memerhatikan si wanita dari sebuah restoran yang berada di gedung tinggi, dekat dari posisi mereka.

Begitu Leorio berkata seperti itu, Killua langsung mengirimkan sejumlah uang melalui ponselnya kepada ponsel sang pria. Saat mengecek riwayat penerimaan uang di rekeningnya, ia terkejut dengan jumlah uang yang diberikan. Sontak ia langsung memperlihatkannya pada si wanita.

Sembari menutup mulutnya, wanita itu lalu mengajak si pria untuk segera pergi dari sana.

"Baik, kita putuskan langkah selanjutnya. Bagaimana kita tangkap mereka berdua?" ucap Leorio.

"Tidak mungkin," kata Killua. "Kita tidak cukup kuat untuk menghadapi mereka," lanjut anak berambut putih salju itu.

[Y/N] mengangguk setuju. "Yang ada kita malah tertangkap. Skenario terburuknya, kita bisa terbunuh," ucap gadis itu menimpali ucapan Killua.

"Apa-apaan? Mana kita tau sebelum dicoba! Kenapa juga katakan saat begini?" seru Leorio menggebrak meja tak setuju dengan kedua anak itu.

"Leorio!" tegur [Y/N] sembari berbisik.

"Diam. Kita bisa ketahuan," kata Killua memperingatkan.

Leorio pun kembali duduk di kursinya dengan tenang. Killua lalu memangku dagunya.

"Tapi itu benar. Aku sudah tau begitu melihat mereka," ucap Killua. "Ayahku pernah memburu anggota Ryodan," ungkapnya.

"Apa?"

Killua menarik gelas minumannya, dan menyedot air yang ada di gelas itu melalui sedotan lalu berbicara, "Kali pertama dia mengeluh. Katanya tidak sepadan dengan upahnya."

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
My Duty [Hunter×Hunter x Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang