[UPDATE SETIAP RABU DAN JUMAT]
Ketika aku terbangun, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan tua kecil di dunia atau bisa dikatakan dimensi yang berbeda. Aku tidak tau apa dan kenapa aku bisa berada di sini, tapi aku tau satu hal yang past...
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya keempat anak itu tiba di sebuah bukit yang penuh dengan pepohonan. Di hadapan mereka, berdiri sebuah bangunan yang tertutupi oleh pohon-pohon rindang. Bagian ujung dari bangunan tersebut terlihat yang paling tinggi di antara semua pohon.
"Itu dia," ucap Retz.
"Naruhodo. Kelihatannya benar." Gon dan [Y/N] menyetujui ucapan Killua. Jika diperhatikan pemandangan sekitarnya, sesuai dengan apa yang Kurapika katakan. Sungai, sebuah bukit yang bagian tengahnya berlubang, dan lainnya.
Gon pun mengucapkan terima kasih pada Retz yang sudah membawa mereka ke tempat tersebut. "Arigatou, Retz. Kau tidak perlu pergi lebih jauh lagi," kata Gon.
"Tapi kita sudah sampai sejauh ini, biarkan aku juga ikut bersama kalian," kata Retz tak ingin pergi.
"Retz, kau sudah berjanji akan segera kembali setelah menunjukkan tempatnya pada kami, bukan?" kata [Y/N] mengingatkan. Gadis bersurai pirang itu tampak terdiam, menundukkan kepalanya.
"Tidak. Sejujurnya, kau akan menyusahkan perjalanan kami," ucap Killua seperti memperbaiki ucapan [Y/N].
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Retz menoleh marah pada Killua. "Apa? Padahal aku sudah memandumu ke sini," ucap gadis pirang itu kesal. Sementara Killua dengan acuh berjalan pergi, tak lupa menarik [Y/N] untuk ikut dengannya. "Retz, bukan itu yang Killua maksud. Kami tidak mau kalau kau sampai terluka. Mengerti, 'kan?" Retz mengangguk. Gon tersenyum senang.
"Ini... cukup bagus. Aku selalu berpura-pura menjadi anak laki-laki. Jadi ini adalah pertama kalinya aku diperlakukan lembut seperti ini. Apa mungkin ini yang [Y/N] rasakan?" ucap Retz.
"Gon!" panggil Killua menginterupsi percakapan keduanya. "Apa yang kau lakukan? Ayo, cepat pergi," tambahnya.
Gon mengangguk. "Jaa, Retz, kami pergi dulu, ya!" pamit anak itu pada Retz lalu menyusul dua temannya.
Retz tersenyum menatap punggung tiga anak itu bergerak menjauh. "Jaga dirimu, Gon, [Y/N]! Dan mungkin kau juga, Killua!" ucapnya sambil melambaikan tangannya. Lambaiannya itu pun dibalas oleh Gon, yang juga melambaikan tangan padanya.
Tiga orang anak itu tiba di depan bangunan yang berada di antara pepohonan itu. Gon dan Killua membuka perlahan pintu dari bangunan tersebut. Mereka lalu mengintip dari balik pintu, memastikan tidak ada perangkap atau hal berbahaya lainnya.
Di dalam bangunan tersebut, berjejer rapi puluhan atau mungkin ratusan boneka, yang dipajang di sebuah lemari. Mata ketiga anak itu memerhatikan sekeliling dengan saksama.