[Chp.75] Genthru's Defeat (2)

730 93 40
                                        

Author POV

Terpisah dari Gon, Killua, dan [Y/N], Bisky terus berlari dari kejaran Bara. Langkah wanita bersurai pirang itu cepat. Lebih cepat daripada pria yang mengejarnya. Tak heran, Bisky jauh lebih berpengalaman dan jauh lebih kuat daripada Bara.

'Dia lebih cepat dari dugaanku,' batin Bara. Pria itu berusaha mengejar Bisky. Menambah kecepatan larinya untuk menutup jarak antara dirinya dan mangsanya.

Tiba-tiba Bisky mengeluarkan bindernya. Kening Bara berkerut heran. 'Mantra teleportasinya seharusnya sudah habis. Apa yang ingin dia lakukan?' batin Bara bertanya pada dirinya sendiri.

Bisky mengambil sebuah kartu. Tersenyum miring sembari sengaja menunjukkan kartu yang ia pegang. Bara membelalakkan matanya ketika kartu yang di pegang oleh Bisky berubah menjadi kartu accompany. 'Dia menggunakan mantra transform untuk menutupi kartu lain! Tapi kenapa kartu accompany?'

Dengan lantang, Bisky mengucapkan mantra. Menggunakan kartu accompany untuk membawa ia dan lawannya ke Soufrabi.

Suara debur angin dan ombak kecil terdengar di telinga keduanya, ketika mereka telah tiba di Soufrabi. Tepatnya di pinggir pantai. Satu tangannya berada di pinggang, Bara menatap pada Bisky yang membelakanginya. "Aku tidak mengerti. Kenapa kau mau melakukan semua ini hanya untuk bersamaku?" tanya pria itu.

"Alasannya hanya satu. Aku tidak akan membiarkanmu meminta tolong kepada temanmu yang lain," jawab Bisky tanpa menoleh ke belakang.

Kening Bara berkerut heran. Apa arti kata-kata tersebut? "Hah? Aku masih tidak mengerti maksudmu," balas pria itu.

Helaan napas dapat terdengar dari bibir Bisky. "Baka da ne." Wanita itu berbalik badan, memberikan tatapan tajam pada lawannya. "Kukatakan saja, aku ini lebih kuat darimu."

Bergerak cepat, Bisky menghilang dari hadapan Bara. Lalu kembali muncul di belakang pria itu. Ia melompat dengan cepat, melayangkan tendangan pada kepala Bara dari belakang. Saat Bara masih tercengang dengan serangan tiba-tiba itu, Bisky bergerak lagi. Kali ini melayangkan tinjunya dan membuat sang lawan mencium pasir.

Kakinya mendarat di atas pasir, tubuhnya tetap dalam posisi siaga bertarung. Bara bangkit dengan amarah, kesal karena ia malah di serang terlebih dahulu. "Sialan!" Belum sempat memberikan serangan balasan, Bisky sudah lebih dulu mengangkat kaki dan kembali menendang wajahnya.

 "Sialan!" Belum sempat memberikan serangan balasan, Bisky sudah lebih dulu mengangkat kaki dan kembali menendang wajahnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tak berhenti di sana, Bisky mengeratkan kepalan tangannya. Menyerang dengan tinjunya secara beruntun pada wajah Bara. Satu pukulan terakhir, Bara terdorong mundur ke belakang beberapa langkah.

Pria itu terkekeh lalu mengangkat kepalanya. Bekas kemerahan dari pukulan tinju Bisky berbekas di wajahnya. "Pukulanmu terlalu lemah! Kau tak akan bisa mengalahkanku!" ujar pria itu. Bibirnya tersenyum miring. Berdiri tegap di posisinya.

Bisky tak memerdulikan ucapan pria itu. Ia langsung melesat maju untuk menyerang. Namun dalam satu libasan tangan, wanita itu malah terlempar jauh ke belakang. Tubuhnya dengan kasar berbentur dengan pasir dan sedikit terguling.

My Duty [Hunter×Hunter x Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang