Author POV
Hisoka dan Phinks tiba bersamaan di tempat amggota laba-laba lainnya menunggu. Terlihat lima anggota laba-laba lainnya, yaitu Feitan, Franklin, Bonolenov, Shalnark, dan Shizuku.
"Di mana yang lainnya?" tanya Hisoka, menyadari ada beberapa anggota yang tidak sedang bersama mereka. "Machi dan Nobunaga sedang mengikuti target. Dia ada tepat di depan," ucap Shalnark. Mengangkat satu jarinya di udara, memperlihatkan benang nen milik Machi yang terikat di jarinya.
"Silakan kalian berunding dengan penghapus nen. Berapa pun kami akan bayar. Pastikan dia mau melakukannya," kata Phinks pada Hisoka.
Pria joker itu melirik pada Phinks. "Wakatteru. Lagipula aku tak akan melawan Chrollo," katanya. Berjalan dengan santai menuju tempat sang penghapus nen berada.
Kakinya baru berhenti melangkah ketika ia menemukan sosok Machi dan Nobunaga di ujung hutan. Pria samurai itu menyerahkan sebuah teropong pada Hisoka. Mengarahkan benda itu pada kerumunan orang.
Pandangan Hisoka berhenti pada seseorang yang terlihat sedang duduk. Pakaiannya tertutup dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Bibir Hisoka melengkung ke atas. Terkesan bagaimana mereka menemukan si penghapus nen.
"Tidak akan kuberitahu, bodoh," balas Nobunaga pada pertanyaa Hisoka.
Tak lama, Hisoka menjauhkan teropong dari matanya. Tersenyum tipis. "Kamu yang berada dalam bayang-bayang, apakah itu kekuatanmu?" tanya Hisoka entah pada siapa. Namun Machi dan Nobunaga sama-sama terkejut saat Hisoka berucap seperti itu.
"Kau bahkan tak menggunakan en. Apa kau orang aneh?" tanya Nobunaga, terkejut dengan kepekaan Hisoka.
Hisoka pun hanya terkekeh pelan. Memainkan teropong di tangannya. "Aku baru saja menyelesaikan pertempuran yang sangat menghibur. Aku masih sensitif hingga saat ini. Untuk menenangkan diriku sendiri, aku merasa seperti mengacaukan orang yang benar-benar asing," ucapnya. Membuat Nobunaga mengumpat kesal.
Machi menoleh ke belakang. "Keluarlah," ucapnya pada seseorang yang memang sedang bersembunyi itu.
Langkah kaki terdengar, seseorang itu berjalan keluar dari persembunyiannya. "Apakah zetsu-ku kurang bagus?" tanya Kalluto. Orang yang baru saja bergabung dengan laba-laba. Menggantikan posisi Hisoka.
"Tidak, itu sempurna," kata Machi.
"Pria ini saja yang sangat perseptif," tambah Nobunaga.
Kalluto menghentikan langkahnya saat ia sudah berada di depan dua anggota laba-laba. Nobunaga pun memperkenalkannya pada Hisoka. "Dia adalah anggota Ryodan nomor 4. Dengan kata lain, penggantimu," ucap Nobunaga.
"Namaku Kalluto," ucap anak itu memperkenalkan dirinya. "Aku tidak bisa memberitahumu, tapi memang kami menemukannya dengan menggunakan kemampuanku," kata Kalluto, menjawab pertanyaan Hisoka tadi.
Hisoka menolehkan kepalanya ke belakang, menatap sosok Kalluto sebentar lalu menoleh ke depan lagi. "Kamu juga terlihat sangat lezat," gumam pria itu. Kembali mengintai targetnya menggunakan teropong.
"Hisoka, kau harus berhasil," kata Nobunaga, memaksa pria itu agar berhasil membuat si penghapus nen mau bekerja sama dengan mereka.
"Kalian sangat membosankan. Aku pasti akan melakukannya untuk kepentinganku sendiri," balas Hisoka, melirik Nobunaga sekilas dari ujung matanya.
Machi menatap pria itu. "Apa kau benar-benar ingin melawan ketua?" Hisoka dengan segera membenarkan pertanyaan wanita itu. "Menurutmu kau lebih suka yang mana? Aku atau Chrollo yang selamat?" tanya Hisoka pada Machi.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Duty [Hunter×Hunter x Reader]
Fanfiction[UPDATE SETIAP RABU DAN JUMAT] Ketika aku terbangun, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan tua kecil di dunia atau bisa dikatakan dimensi yang berbeda. Aku tidak tau apa dan kenapa aku bisa berada di sini, tapi aku tau satu hal yang past...
![My Duty [Hunter×Hunter x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/285070658-64-k704557.jpg)