Author POV
Rammot melesat maju di detik selanjutnya. Semut itu mengincar Kite yang berdiri di tengah-tengah. Bibirnya berdecih saat Kite menghilang dari pandangannya lebih cepat. Targetnya menghilang, Rammot berpindah pada [Y/N]. Satu-satunya gadis yang ada, dia pasti lemah, pikir semut itu.
Namun [Y/N] bereaksi tidak kalah cepat dari Kite. Oh ayolah, gadis bersurai coklat itu sudah mempersiapkan diri jauh lebih matang. Walau semut chimera terlahir dewasa dan juga kuat, namun usia mereka tidak ada bedanya dengan bayi manusia yang baru lahir. Jangankan berusia satu tahun, mereka saja tidak sampai usia tiga bulan. Tentu saja [Y/N] lebih unggul.
Gadis itu berputar ke belakang, berdiri di atas mayat kuda yang tertancap pada pohon. "Lambat," gumamnya. Di detik selanjutnya, [Y/N] menyesali keputusannya. 'Kenapa aku malah naik ke atas sini? Bau mayatnya lebih menyengat!' Ia menutupi hidung dan mulutnya dengan tangan. Hampir muntah karena bau busuk.
Dengan perasaan marah, Rammot terpaksa menyerang Gon dan Killua yang tepat berada di hadapannya. Kedua anak itu terpukul mundur. Tubuh mereka bergetar, menahan sakit yang mereka terima saat menangkis serangan semut tersebut.
Pandangan Rammot beralih pada Kite dan [Y/N]. Ia bisa merasakan dua orang itu memiliki aura yang jauh lebih kuat darinya. 'Mereka berdua kuat. Tak akan mudah untuk mengalahkan mereka,' pikir Rammot.
Mata semut itu membelalak saat melihat Kite mundur dari pertarungan. Pria itu memilih untuk bersandar pada sebuah dahan pohon. "Gon, Killua, [Y/N]. Kalian harus mengalahkan dia sendiri. Makhluk ini prajurit semut chimera. Di depan, kita akan menemui banyak prajurit seperti dia. Aku tidak bisa bertempur sambil menolong kalian nanti. Jika kalian tidak bisa mengalahkannya, kalian sebaiknya pulang saja. Kalian hanya akan membebaniku," katanya.
[Y/N] cemberut mendengar ucapan Kite. Ia tahu alasan pria itu berkata seperti itu padanya. 'Jika rasa sakit itu muncul di tengah pertarungan, aku jelas akan membebani Kite. Bukan hanya Kite, Gon dan Killua juga,' batinnya. Tapi itu bukan berarti [Y/N] lemah, tahu! Huh!
Gon dan Killua mengaktifkan nen mereka. Berdiri dengan percaya diri, fokus, dan menatap lurus pada lawan. Rammot tersentak merasa perbedaan kekuatan dalam sekejap. Aura dua anak itu terasa berbeda dari sebelumnya.
"Kau tidak mengerti juga ya, Kite?" ucap Gon. Killua lalu menyambung, "Kami ini pro!" Keduanya berjalan dengan langkah pasti. Gon menyeka wajahnya yang kotor karena tanah. Killua menggulung bajunya. "Jangan perlakukan kami seperti anak kecil!" sahut mereka bersamaan.
Air mata [Y/N] hampir saja jatuh. Terharu melihat dua karakter kesayangannya sehebat ini sekarang. Ditambah lagi, Killua saat ini terlihat sangat keren dan tampan. Jiwa fangirl [Y/N] tiba-tiba bangkit. "Oh, tidak seharusnya aku fangirling saat ini," gumamnya pada diri sendiri. Sadar bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk kagum.
Mata gadis bersurai coklat itu terpenjam. Membuang napas pelan. Aura nen membungkus tubuhnya. Saat ia membuka matanya kembali, aura nen yang awalnya hanya menyelubungi dirinya, membesar. 'En!'
Daerah sekitar dan beberapa ratus meter di sekitarnya ditutupi oleh En milik [Y/N]. Rammot, Gon, Killua, Kite, dan Colt melebarkan mata saat merasakan aura gadis itu. Namun aura itu tidak mengancam Gon, Killua, dan Kite. Aura itu berperan sebagai pelindung mereka. Berbeda dengan Rammot dan Colt, bulu kuduk mereka merinding.
Gon dan Killua menoleh pada [Y/N] yang berada di atas pohon. Gadis itu menatap kembali pada dua temannya. Memberikan isyarat bahwa mereka tidak perlu memusingkan hal tersebut. 'Mari kita temukan, semut yang sedang bersembunyi,' batin [Y/N].
'Tipuan apa itu? Tiba-tiba kekuatan mereka bertambah besar,' batin Rammot kesal.
Dua anak laki-laki itu segera melesat maju. Melayangkan serangan fisik pada musuh, namun dapat ditangkis dengan mudah. Killua yang berada paling dekat dengan Rammot, menunduk saat bogeman semut itu hampir mengenainya. Gon terlempar jauh setelah serangannya ditangkis. Tendangan keras diterima oleh Killua yang tidak sempat bertahan, ia terlempar hingga beberapa langkah ke belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Duty [Hunter×Hunter x Reader]
Fiksi Penggemar[UPDATE SETIAP RABU DAN JUMAT] Ketika aku terbangun, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan tua kecil di dunia atau bisa dikatakan dimensi yang berbeda. Aku tidak tau apa dan kenapa aku bisa berada di sini, tapi aku tau satu hal yang past...
![My Duty [Hunter×Hunter x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/285070658-64-k704557.jpg)