[Chp.78] A Party Before We Apart (2)

970 99 86
                                        

WARNING!
Chapter ini sangat panjang, 4500+ kata

Author POV

Sesampainya di Kota Limeiro, Bisky, Killua dan [Y/N] menunggu di depan pintu masuk kastil. Sementara Gon berjalan masuk ke dalamnya. Tiga orang itu memutuskan untuk duduk di tempat yang bersih sembari menunggu Gon.

"Kira-kira bagaimana perasaannya sekarang?" tanya Bisky, menatap punggung Gon yang semakin menjauh ke dalam kastil. "Apa maksudmu?" Killua bertanya kembali, tak memahami maksud wanita itu.

"Soalnya dia mungkin akan bertemu dengan Ging. Ayah yang selalu ia cari selama ini," kata wanita berambut pirang itu. Killua berbalik pada arah pintu masuk kastil, tersenyum tipis.

Anak berambut putih itu kemudian teringat satu hal penting. Ia melompat turun, mengantongi tangan di saku celana. "Bisky, aku dan [Y/N] ada sedikit urusan. Kau bisa ditinggal sendiri 'kan?"

[Y/N] mengedipkan matanya beberapa kali. Urusan? Dirinya dan Killua? Urusan apa?

"Ke mana?" tanya wanita itu.

"Tidak jauh dari sini," jawab Killua. Bisky pun mengangguk.

Anak itu lalu berpaling pada gadis berambut coklat panjang yang masih duduk. Mengajak gadis itu untuk pergi bersamanya. Karena penasaran, sang gadis pun memilih untuk mengikuti Killua.

Mereka berjalan berdampingan. Pergi ke tempat yang sunyi tak jauh dari kastil. Ada yang ingin Killua bicarakan dengan gadis itu.

━─━────༺༻────━─━
[HUNTER×HUNTER Fanfiction]

☕︎🄼🅈 🄳🅄🅃🅈☕︎
━─━────༺༻────━─━

Gon mendorong masuk pintu yang memisahkan antara jalan masuk dan isi dalam kastil. Ketika pintu itu terbuka sempurna, seorang anak laki-laki tampak berdiri dengan gaya memberi hormat pada Gon. Anak itu perlahan berdiri tegap dan mengucapkan salam. "Selamat datang di kastil Greed Island."

Anak itu kemudian menuntun Gon masuk lebih dalam ke kastil. Membuka sebuah pintu putih besar, mengajak Gon untuk ikut masuk.

Gon menatap takjub pada ruangan itu, sebelum ia harus berhenti melangkah dan menutup hidungnya. Pasalnya ruangan itu sangat bau dan juga kotor. Berbagai sampah dan barang berserakan di lantai. Seperti tidak ada yang mengurusnya. 'Wah, jorok sekali,' batin anak itu.

"Aku membawa pemenang dari game, Gon-kun," kata anak yang tadi kepada seseorang.

Seorang pria berpakaian santai dengan gaya rambut berantakan menoleh dari layar komputer. Ia tengah sibuk bermain sampai perhatiannya teralihkan. Dengan senang ia menyambut kedatangan Gon. "Aku sudah menunggumu. Kudengar kamu anaknya Ging, ya? Duduklah di sini," katanya ramah.

Gon menatap sekelilingnya bingung. Di mana ia duduk? Semuanya penuh dengan barang atau sampah. Tidak ada tempat bersih yang bisa ia duduki.

"Kalau tidak ada tempat duduk carilah atau buat sendiri. Seperti ini." Pria itu dengan santai menendang pergi semua sampah dan barang yang menghalangi. Membuatkan satu tempat kosong yang bisa di duduki oleh tamunya. Dia buruk sekali, sampah saja tidak dibuang keluar.

Gon pun duduk di atas lantai yang dapat dikatakan bersih. Sementara pria itu tampak sedang mencari sesuatu. Usai menemukannya, ia segera melempar sebuah kartu kepada Gon.

 Usai menemukannya, ia segera melempar sebuah kartu kepada Gon

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
My Duty [Hunter×Hunter x Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang