[Chp.36] New Enemies

2.6K 258 344
                                        

Reader POV

Aku membuka mataku perlahan. Mengedipkannya beberapa kali sebab silau terkena cahaya matahari. Saat aku sudah tidak merasakan perih dibagian mataku, aku membuka mataku lebar. Menganalisa setiap inci dari ruangan dimana aku sekarang.

'Sepertinya aku ada di kamarku...' begitu pikirku.

Sontak aku melindungi mataku saat sinar matahari yang silau menembus masuk lewat jendela dan langsung mengenaiku. Aku menggeram pelan. Siapa yang membuka gorden kamarku? Seingatku sebelum pergi menonton pertandingan Hisoka kemarin, aku menutupnya.

Dengan malas, aku menggerakkan tubuhku. Hendak bangkit dari posisi tidurku sebelum merasakan ada sesuatu yang menahanku di bagian perut. Aku menurunkan daguku, menatap sepasang tangan yang melingkar di perutku.

Tangan siapa...?

Aku menolehkan kepalaku ke belakang. Terkejut mendapati sosok bocah bersurai putih nan lembut tengah tertidur sembari tangannya melingkar padaku. "Killua...?" bisikku.

'Apa yang dia lakukan di kamarku? Kenapa dia berada di tempat tidurku?'

Sebentar-

Dia di tempat tidurku?

Killua berada di tempat tidurku!?

Itu artinya semalaman dia tidur di sampingku?!

Aku segera mengecek segala pakaianku, dan apapun yang berpotensi dalam keadaan bahaya. Helaan napas lolos dari bibirku ketika tau tak ada hal aneh yang terjadi atau berubah dariku. Aku merebahkan kembali tubuhku ke atas tempat tidur. Berpikir kenapa dan bagaimana Killua bisa ada di sampingku.

Lagipula bagaimana dia bisa di sini? Bukannya dia punya kamar sendiri? Apa dia tak sengaja terlelap setelah mengantarku?

Di saat aku sedang sibuk bertarung dengan pikiranku sendiri, kelopak mata Killua terangkat. Menampakkan manik indah sebiru laut yang bersembunyi dibalik kelopak matanya. Leguhan halus dapat terdengar darinya, menyadarkanku dari lamunanku.

"Ohayou, [Y/N]..." sapanya dengan suara khas bangun tidur. Suaranya terdengar begitu berat serta kasar namun kesannya lembut.

"U-uhm... ohayou, Killua..." balasku.

"Apa kau sudah lebih baik?" tanyanya seraya memengangi keningku. "Y-ya... kepalaku tidak pusing lagi..." jawabku.

"Yokatta... kau membuatku khawatir..." katanya sembari kembali mengeratkan rangkulannya padaku dan menyandarkan kepalanya di ceruk leherku. Aku sedikit terkejut dengan tindakannya, namun aku berusaha menenangkan diriku. Lebih tepatnya jantungku yang berdegup kencang.

Aku pun membalas pelukannya. Mengusap pelan rambut seputih saljunya yang terasa begitu halus nan lembut. Kami berada dalam posisi saling memeluk itu selama beberapa lama. Sampai aku memanggil namanya dan bertanya.

"Ne, Killua..."

Ia pun membalas panggilanku dengan deheman singkat.

"Kenapa kau ada di kamarku?"

Ia mengangkat kepalanya dan menatap manik hazel-ku.

"Kamarmu?"

Aku mengangguk.

"Ini kamarku," ucapnya.

Heh?

"Kamarmu...?" ulangku bertanya. Killua mengangguk.

"Aku tidak tau dimana kau menyimpan kunci kamarmu. Kemarin juga kau terlihat sangat kelelahan, aku tidak ingin membangunkanmu hanya untuk itu. Makanya kubawa ke kamarku," jelasnya

My Duty [Hunter×Hunter x Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang