[UPDATE SETIAP RABU DAN JUMAT]
Ketika aku terbangun, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan tua kecil di dunia atau bisa dikatakan dimensi yang berbeda. Aku tidak tau apa dan kenapa aku bisa berada di sini, tapi aku tau satu hal yang past...
Dua belas jam sebelum Genthru mengungkapkan dirinya sebagai Bomber, di sebuah perairan laut yang luas ditemani langit malam yang terlihat indah dan cantik, ada sebuah perahu kecil yang sedang berlayar ke sebuah pulau. Perahu tersebut ditumpangi oleh beberapa anggota Genei Ryodan. Dan pulau yang mereka tuju diyakini sebagai Gredd Island.
"Ternyata, memang dilakukan di dunia nyata. Tak salah lagi. Itu Greed Island," ucap Shalnark.
Ketika perahu menepi ke pantai, enam orang anggota Genei Ryodan-Shalnark, Kortopi, Shizuku, Franklin, Feitan, Phinks-langsung berjalan masuk dan menyusuri pantai. Phinks yang berjalan paling depan, sontak merentangkan tangannya. Memberi kode kepada rekan lainnya untuk berhenti berjalan. Lima anggota lainnya menatap Phinks bingung. Namun kebingungan tersebut langsung terjawab saat seorang pria bertubuh kekar dengan aura Nen yang mengelilinginya menghampiri mereka.
"Tamu tak diundang? Aku mulai emosi. Ayo kita perjelas. Kalian tak terseret ombak, 'kan? Lagi pula, walau pun kalian terseret ombak, tetap mustahil untuk terdampar di pulau ini," kata pria itu. Tubuhnya kekar bagaikan tubuh atletis. Rambutnya berwarna ungu.
Hanya dari mengamati dan merasakan saja, Phinks sadar bahwa orang dihadapannya ini kuat, sangat kuat. "Siapa kau? Apa kau pemandu wisata kami?" ucap Phinks basa basi.
"Aku salah satu orang yang mendesain game ini. Namaku Razor. Aku menangani sihir Houshutsu, termasuk semua pergerakan sihir dan ancaman dari luar." Pria bernama Razor itu lalu mengeluarkan sebuah kartu dari saku celananya. Kartu tersebut berwarna hitam. Bertuliskan 'Ruler Only' yang berarti hanya pemilik game saja yang bisa memilikinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ini kartu spesial yang hanya bisa digunakan oleh Master game. Maaf, tapi, kalian harus pergi. Kalian boleh berkunjung melalui jalur resmi. Di sana, jika kalian bisa mengalahkanku, kalian akan mendapatkan item. Jika kalian tertarik, cepat atau lambat kita akan bertarung," jelas Razor.
"Kedengarannya menarik. Kami akan kembali. Melalui pintu depan," balas Phinks sedikit menyindir.
Razor lalu mengucapkan mantra 'Elimination: On' mengusir paksa anggota laba-laba dari pulau tersembunyi tersebut. "Mereka pengguna Nen yang kuat," komentarnya. Ia lalu menghancurkan kapal yang digunakan oleh anggota laba-laba dengan Nen-nya.
Setelah mendengar kisah asal usul suit dari Bisky, Gon mendapatkan sebuah ide untuk teknik barunya. Ia lalu menunjukkannya pada Killua, [Y/N], dan Bisky. Ia mengepalkan tangan kanannya sementara tangan kirinya menggenggam tangan kanannya.
"Yang pertama batu! Batu, kertas, batu!" Batu besar yang berada dihadapan Gon langsung pecah hingga menjadi serpihan kecil ketika bertubrukan dengan serangan Gon. Killua dan [Y/N] menatap kagum pada teknik baru Gon.