[Movie.01] Phantom Rouge (3)

1K 126 89
                                        

CHAPTER 03: Replaced Number 4, the Doll Maker

Author POV

Uvogin tersenyum lebar dengan matanya yang menatap lurus pada seorang gadis berambut coklat. Ia melayangkan pukulannya, namun gadis itu melompat, menghindari serangannya. Bergerak lincah di atas lengannya yang berotot. Gadis itu berlari mendekati pundak Uvogin, melompat kecil lalu menendang wajah Uvogin.

Tap

Kakinya tertekuk kecil, mendarat dengan selamat di atas tanah. "Boleh juga kau, gadis kecil," komentar Uvogin dengan senyumannya yang tergolong menjengkelkan. [Y/N] mengambil beberapa langkah ke belakang, menggerakkan kedua tangannya membentuk sebuah busur dan anak panah dari es. Saat Uvogin mendekat, ia melepaskan tiga anak panah.

Prang

Anak panah gadis itu hancur berkeping-keping ketika bertemu dengan kulit tebal nan keras milik Uvogin. 'Gawat.' Gadis bersurai coklat itu berlari menjauhi Uvogin. Semetara pria itu dengan mudahnya mengejar sang gadis. Ia menggenggam kaki kanan [Y/N]. Alhasil gadis itu terjatuh. "Ugh," ringis gadis itu menahan sakit. Tidak berhenti sampai situ, Uvogin menarik dan mengangkat tubuh gadis itu ke udara.

"[Y/N]!" seru Killua saat melihat gadis itu melayang di atas udara.

[Y/N] mengarahkan sihirnya menyerang Uvogin. Namun tak ada yang berhasil melukai pria berotot itu. Kulitnya terlalu keras untuk dihancurkan. "Jangan membuang tenagamu, bocah. Semua seranganmu terasa seperti kapas yang berjalan di kulitku," kata Uvogin. Ia lalu memutar-mutar gadis yang berada digenggamannya layaknya sebuah helikopter. Lalu melemparnya dengan kasar pada sebuah bangunan.

Brakk

Dinding bangunan tersebut hancur sesaat setelah [Y/N] menabraknya. Bayangkan saja, dirimu diputar-putar di udara hingga kau merasa ingin muntah, lalu kau dilempar dengan kasar ke sembarang arah. Retakannya juga bukan main. Terbentuk sebuah lubang berukuran cukup besar di tempat [Y/N] terjatuh.

"[Y/N]!" seru Killua lagi. Ia hendak menghampiri sang gadis. Memastikan bahwa ia baik-baik saja. Namun, Uvogin bergerak lebih cepat dari dugaannya. "Dia datang!" ucap Killua pada Gon.

"Rock Storm!" Uvogin meninju sebuah pilar bangunan yang kemudian berubah menjadi batu-batu besar. Memanfaatkan Nen-nya, ia melemparkan batu-batu itu pada Killua.

Killua sontak bergerak menghindari seluruh batu yang berterbangan ke arahnya. Saat batu-batu itu sudah habis, giliran Uvogin yang berada di hadapannya. Tak sempat berkutik, Uvogin sudah memukulnya terlebih dahulu.

Selesai dengan Killua, Uvogin beralih pada Gon. Anak berambut hijau jabrik itu menghindari serangan Uvogin. Baru saja beberapa langkah ia berlari, Uvogin menangkap kakinya dan mengangkatnya ke udara. Gon menggenggam sebuah batu yang ingin dia gunakan untuk menyerang Uvogin.

Setia dengan senyuman di wajahnya, Uvogin mendekatkan Gon, membuka mulutnya. Sontak, Gon mengarahkan batu tersebut ke depan wajahnya sebagai perlindungan.

Krakk

Uvogin menghancurkan batu tersebut dengan gigitannya. Melempar Gon ke tempat Killua terjatuh. Killua yang baru saja bangkit, kembali terjatuh lagi karena tertimpa dengan Gon. "Gon... kita tidak mungkin mengalahkannya..." gumam Killua ketakutan. Raut wajahnya menunjukkan mimik ketakutan.

"Jangan melawan lawan yang tidak bisa kau kalahkan." Kata-kata Illumi bergema di dalam kepalanya. Membuat anak bersurai putih salju itu semakin ketakutan.

"Hei hei, ayolah. Ini belum selesai loh," ucap Uvogin. Pria itu melesat dengan cepat pada Gon dan Killua.

"Pertama, kita harus melakukan sesuatu dengan pukulannya," ucap Gon. Ia berbalik pada Killua. Temannya yang satu itu sepertinya tidak mendengarkan ucapannya sebelumnya. Manik birunya terus menatap takut pada Uvogin.

My Duty [Hunter×Hunter x Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang