Author POV
Mobil melaju dengan kecepatan stabil, melintasi area gurun. Suasana lenggang sejak awal perjalanan karena Gon yang terus murung. Untunglah anak itu tak murung dalam waktu lama dan kembali bersemangat. "Knuckle dan yang lainnya pasti akan menyelamatkan Kite dam [Y/N]. Jadi, aku harus menjadi lebih luat! Dengan begitu, Kite tak akan kecewa saat dia kembali," ujarnya penuh semangat.
Spinner yang menemani mereka menghela napas pelan. Permen karet yang ia kunyah, dibuang setelah tak lagi terasa manis. "Kau ini tidak mengerti, ya?" tanya wanita itu, mengangkat wajahnya dari buku yang ia baca.
Gon dan Killua kompak menoleh padanya, memberikan tatapan tak mengerti.
"Kau mungkin pernah bertemu dengan Kite sebelum kami, tapi kami lebih banyak menghabiskan waktu bersamanya." Wanita bersurai merah maroon itu menutup buku bacaannya, lalu menatap datar pada Gon. "Jika kau masih muram setelah kita melewati pengunungan, akan kupukuli kau. Sudah kubilang, Kite tak mau melihat kalian berdua seperti ini. Begitu pun dengan teman kalian, [Y/N], Aku tahu mereka masih hidup, dan mereka tak menginginkan kalian memiliki penyesalan," jelasnya.
Mata wanita itu terpenjam, mengangkat jari telunjuknya ke udara. "Coba pikirkan. Sekarang, apa yang harus kau lakukan? Kau harus mengambil keputusan yang benar dan temukan keinginan untuk terus maju! Jika kau merasa lemah, latihan lagi. Ada cukup ruang di sini untuk squat dan push-up," katanya panjang lebar.
Gon menanggapi Spinner dengan positif. Segera melakukan latihan sederhana seperti yang disarankan wanita itu.
"Hei, Spin..." panggil Gon. Spinner membalas deheman singkat sembari membaca bukunya lagi. "Kenapa kau ingin menjadi hunter?" tanya Gon.
Spinner melepas pandangan dari buku, menatap anak berambut hijau jabrik itu. "Aku butuh uang untuk membayar hutang besar," jawabnya. Kedua anak itu berkedip pelan sebagai reaksi.
"Apa kalian pernah mendengar tentang angsa berparuh kecil?" tanya Spinner.
"Tidak..." balas Gon.
"Itu spesies burung yang hanya bisa hidup di sekitar tambang tertentu. Tak ada yang tahu kenapa begitu. Apa karena airnya? Cuaca? Makanan? Jadi, kubeli seluruh daerah di mana tambang itu berada. Yah, walau tambangnya sudah ditutup sekarang. Kite memberikan uang untuk itu. Dia adalah orang dewasa pertama yang mau mendengarkan anak-anak yang tak punya apa-apa. Stin dan aku lahir di daerah itu," jelas wanita berambut merah maroon itu.
"Melihat ribuan angsa-angsa berparuh kecil, terbang dengan cahaya fajar di belakang mereka... Itu ingatan terlama dan terkuat bagi Stin dan aku," gumamnya. Pikirannya teringat kembali pada pemandangan indah itu. "Saat mendengar bahwa daerah itu akan dihancurkan, kami menyadari betapa pentingnya tempat itu bagi kami... "
"Kite bilang dia iri pada kami. Dia tak punya rumah. Karena ia tak tahu di mana ia dilahirkan," katanya.
Gon dan Killua terus mendengarkan wanita itu bercerita tanpa menyela.
Tatapan Spinner terangkat, sebuah senyuman tipis mengulas di wajahnya. "Setelah misi ini selesai, aku bisa menunjukkan kalian berdua hartaku..." katanya.
━─━────༺༻────━─━
[HUNTER×HUNTER Fanfiction]
•
☕︎🄼🅈 🄳🅄🅃🅈☕︎
━─━────༺༻────━─━
Rombongan Raja Semut terus bergerak. Berpindah dari satu desa ke desa lain, lalu ke daerah lainnya. Mencari tempat yang sesuai dengan selera Sang Raja.
Hingga tibalah mereka di RepublikGorteau Timur. Tepatnya pada sebuah tempat yang luas bagaikan istana mewah.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Duty [Hunter×Hunter x Reader]
Fanfiction[UPDATE SETIAP RABU DAN JUMAT] Ketika aku terbangun, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan tua kecil di dunia atau bisa dikatakan dimensi yang berbeda. Aku tidak tau apa dan kenapa aku bisa berada di sini, tapi aku tau satu hal yang past...
![My Duty [Hunter×Hunter x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/285070658-64-k704557.jpg)