[S2, Chap.80] The Tragedy

631 77 14
                                        

Author POV

Malam berlalu, hingga fajar tiba. Sinar matahari yang perlahan-lahan menyinari permukaan bumi menandakan bahwa satu hari telah terlewati. Api unggun menyala semalaman telah padam. Namun empat orang tersebut masih berbincang. Lebih tepatnya Gon dan Kite.

"Pekerjaan apa yang kau lakukan, Kite?" tanya Gon.

"Aku melakukan pengawasan biologi. Aku fokus untuk menemukan dan meneliti spesies baru. Apa kalian pernah mendengar tentang harimau camp?" Tiga anak itu terlihat bingung mendengar nama tersebut, tidak pernah dengar atau pun lihat sebelumnya.

Kite merogoh tas bawaannya, mengeluarkan sebuah laptop yang berisi penelitiannya. "Harimau itu bisa menggunakan api. Mereka menggunakan ranting yang di sambar petir untuk menyalakan api."

Pria itu menyerahkan laptop kepada tiga anak tersebut, menunjukkan beberapa foto dan video yang tersimpan. "Selain Hewan Ajaib tertentu yang berjalan dengan dua kaki, mereka yang pertama pada jenisnya. Mereka hewan yang memakan daging yang di masak, bukan daging mentah."

"Luar biasa! Mereka memasak dagingnya!" ujar Killua melihat video dari harimau tersebut.

"Mereka sungguh menggunakan api," tambah Gon.

"Keren..." gumam [Y/N].

Dalam kecepatan kilat, Gon kemudian mengalihkan pandangannya dari laptop dan kembali ke Kite. "Apa ada lagi?" tanya anak itu penuh semangat.

"Oh ya, kau bilang yang menyerangku itu Semut Chimera?" Killua kembali teringat dengan semut berbahaya tersebut. Anak itu menduga bahwa semut itu bisa saja salah satu penelitian Kite.

Pria berambut perak panjang itu mengangguk. "Benar. Dalam karantina kelas-1. Normalnya, tak ada yang diizinkan mendekati serangga berbahaya ini," jelasnya.

"Apa kau yang menemukan mereka?" tanya Gon pada Kite.

"Tidak, spesialisasiku hewan yang lebih besar. Namun, akhir-akhir ini, aku menyelidiki serangga ini. Ada yang menggangguku." Pandangan pria itu sejenak berubah tajam, sebelum kembali normal.

Tiga anak itu saling bertukar pandang, mengendikkan bahu lalu kembali fokus pada Kite.

"Namun, sekarang sepertinya, aku harus berpindah lokasi." Kite mengeluarkan ponsel miliknya. Ia ingin menghubungi seseorang, hanya saja alat komunikasinya itu tak mendapatkan sinyal sama sekali. Ia jadi tak bisa menghubungi orang lain. "Aku bekerja secara tim, ada tujuh orang dalam timku. Kurasa aku harus menunggu mereka datang. Saat mereka tiba, akan kukenalkan. Mereka amatir, tapi tetap hunter ahli," kata Kite.

Beberapa waktu berlalu, empat orang yang terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki datang menghampiri mereka. "Itu mereka," kata Kite berbalik ke belakang. Ia bangkit berdiri, diikuti dengan Killua, Gon, dan [Y/N].

"Kite, siapa anak-anak ini?" tanya seorang perempuan berambut merah maroon. "Mereka temanku. Mereka mengunjungiku dalam perjalanannya," jawab Kite.

"Senang bertemu kalian di tempat seperti ini. Aku Spinner Clow. Panggil saja Spin! Senang bertemu," kata wanita berambut merah maroon itu. Tangannya terjulur pada tiga anak tersebut.

Gon yang pertama kali mengenalkan diri, menyambut tangan Spin dengan senyuman lebar. "Gon Freecss desu. Yoroshiku, Spin."

Wanita yang sedang meniup permen karet itu membelalakkan matanya saat mendengar nama keluarga Gon. "Freecss? Tunggu, jangan-jangan..."

"Ya, dia anaknya Ging-san," kata Kite mengonfirmasi.

Keempat orang itu menatap takjub pada Gon. Seakan tak percaya bertemu anak dari hunter paling hebat di dunia. Seorang laki-laki yang memiliki rambut kribo, menunjuk pada Killua dan [Y/N]. "Apa kalian juga?"

My Duty [Hunter×Hunter x Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang