[Chp.71] Accompany, On!

895 95 19
                                        

Author POV

Usai pertandingan berakhir, Bisky langsung membawa Killua ke tepi lapangan untuk mengobati lukanya. Anak yang sedang diobati itu mengerang sakit dan melayangkan protes pada wanita di depannya. "Sakit! Pelan-pelan dong!"

Bisky menghela napas. Semakin mengeratkan ikatan perban pada tangan Killua. "Salah siapa? Kau sembrono sekali," balas Bisky tak kalah kesal. Saat wanita itu mengangkat kepalanya untuk menatap Killua, anak itu malah tidak mendengarkannya dan celingak-celinguk. Perempatan imajiner kesal muncul di dahinya. Menahan kesal.

Killua menolehkan kepalanya ke sana ke mari. Mencari sosok seorang anak perempuan yang terluka itu. Hanya saja, ia tidak menemukannya di mana pun. 'Di mana [Y/N]?'

"Kalau kau mencari [Y/N], anak itu kembali beristirahat. Ia sempat pingsan tadi," kata Bisky menjawab pertanyaan Killua.

Mendengar kalimat '[Y/N] sempat pingsan' membuatnya bergegas berdiri. Tak mempedulikan tangannya yang masih belum dibaluti dengan kain baik-baik. Tujuannya saat ini hanya satu, memastikan keadaan gadisnya. Ia berlari cepat menuju ruangan tadi, membuat Bisky menggerutu kesal.

"Dasar anak itu!" Wanita itu pun ikut berdiri, berlari mengejar Killua untuk menyelesaikan pengobatan anak itu.

Pintu terbuka lebar dengan Killua yang berdiri ngos-ngosan. Manik biru lautnya menangkap sosok seorang gadis yang sedang tertidur di atas ranjang. Napasnya yang menderu akibat berlari berangsur tenang, menghembuskan napas panjang. Berjalan tanpa suara mendekati tempat tidur. Kursi yang tersedia ia duduki, dengan senyuman hangat yang menghiasi wajahnya, menatap teduh pada sang gadis.

Bisky tiba beberapa menit setelahnya. Mengomel pelan pada Killua sambil mengobati luka Killua. "Lain kali jangan lari begitu. Kau membuatku lelah berlari," nasihat wanita itu.

"Siapa juga yang menyuruhmu berlari mengejarku?" Perempatan imajiner kesal muncul di dahi wanita itu. Menahan kesal pada bocah bersurai putih di hadapannya. 'Bocah ini mengesalkan...' batinnya.

"Karena aku harus mengobati lukamu, bodoh," balas Bisky sarkas. Killua mengangguk pada ucapan Bisky, namun tatapannya tetap fokus pada sosok [Y/N] yang sedang tidur.

Wanita itu menghela napas. Biar diomeli sebanyak apapun, kalau fokusnya pada hal lain, dia pasti tidak ada peduli. Bisky tentu menyadarinya, tatapan khawatir dan lega yang dilontarkan Killua. "Jangan khawatir, dia baik-baik saja. Dia hanya kelelahan," ucap Bisky memberikan kata-kata penenang pada anak didiknya.

"Apa yang terjadi?" tanya Killua namun tatapannya masih fokus pada sang gadis.

Wanita bersurai pirang itu menghela napas. Duduk pada sebuah kursi yang tersedia. "Entahlah. Tak lama setelah permainan berakhir, ia tiba-tiba jatuh pingsan. Tsezgerra langsung membawanya kemari dan memanggil perawat." Bisky menghentikan ucapannya, menatap pada punggung Killua.

Anak bersurai putih itu meraih tangan sang gadis. Menggenggamnya lembut, seakan menyalurkan kekuatan. Ibu jarinya mengelus pelan punggung tangan [Y/N]. Bola matanya tidak lepas memandang gadis yang tengah tertidur itu. Hatinya terus berdoa agar [Y/N] segera bangun dan cepat pulih. Cedera yang dialaminya lebih berat dibanding dengan tangan Killua yang membengkak. Jika bisa disamakan, mungkin hampir seperti luka Tsezgerra namun lebih parah.

Bayangkan saja, menerima pukulan sangat teramat keras dari bola berlapis Nen Razor pada bagian perut. Sudah itu, harus terlempar dan punggungnya membentur keras dinding. Jika [Y/N] adalah anak biasa, Killua yakin kondisi gadis ini sudah pasti kritis dan menderita patah tulang belakang.

Killua menyandarkan keningnya pada tangan [Y/N] yang ia genggam. "Cepatlah sadar..." gumamnya berharap tinggi.

━─━────༺༻────━─━
[HUNTER×HUNTER Fanfiction]

☕︎🄼🅈 🄳🅄🅃🅈☕︎
━─━────༺༻────━─━

My Duty [Hunter×Hunter x Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang