Author POV
Kembali lagi ke daerah bebatuan yang terlihat seperti gurun pasir. Bisky melanjutkan latihan tiga murid barunya ke tahap selanjutnya. "Selanjutnya, kita akan mempelajari cara untuk mengumpulkan kartu monster. Kalian sudah cukup kuat untuk mengalahkan semua monster di sini. Kekurangan kalian adalah kemampuan antisipasi serangan musuh saat bertarung. Intinya, kemampuan membuat strategi," jelas Bisky.
"Apa maksudnya kau sudah cukup kuat? Kau 'kan memang kuat," sahut seseorang dalam kepala [Y/N]. Mempertahankan raut wajahnya, sang gadis pun membalas jiwa/roh yang tinggal dalam dirinya itu. "Aku tidak sekuat itu, Xarvier. Aku masih harus belajar banyak. Lagipula kemampuan Nen-ku yang harus kutingkatkan," balas [Y/N].
"Aku tidak akan memberikan masukan apapun, coba kalahkan monster dengan kekuatan kalian sendiri," tambah Bisky.
Terlintas sebuah ide di kepala [Y/N]. "Hei, apa kalian mau bertanding siapa yang bisa menangkap monster lebih banyak?" tantang gadis itu kepada dua teman lelakinya.
Killua menyunggingkan sebuah senyuman. "Boleh saja, yang kalah harus push-up 1.000 kali," kata Killua.
Mereka bertiga pun mulai berburu menangkap berbagai macam monster yang ada dalam game. Berlatih sambil bermain, tidak buruk, bukan?
'Orang-orang yang membuat game ini sangat luar biasa. Game ini diprogram sedemikian rupa untuk memastikan kamu bertambah kuat setelah melewati satu babak. Kemungkinan besar, tujuan utamanya untuk membuat dia lebih kuat,' batin Bisky memperhatikan Gon yang sedang mengejar seekor monster.
Monster hitam bulat berduri dengan ekor yang panjang bernama Marimochi, berhasil terkejar oleh Gon. Ia pun langsung berubah menjadi sebuah kartu. Gon melompat-lompat kesenangan saat berhasil mendapatkan kartu itu.
Mereka lalu berusaha menangkap monster kadal besar yang sempat membuat mereka lari ketakutan. Killua berlari di depan monster tersebut dengan tangannya di dalam saku celana. Berlari dengan santai, memancing monster tersebut. Tanpa diduga, tiba-tiba [Y/N] datang, melompat naik ke atas monster itu dan mengalahkannya.
"Hei, itu milikku!" protes Killua saat [Y/N] menyimpan kartu monster tersebut di dalam bindernya. Gadis itu tertawa dan tersenyum miring. "Siapa cepat, dia dapat, bukan?" balas sang gadis lalu pergi memburu monster lain.
Killua tersenyum misterius. Menatap punggung gadis itu. "Begitu cara bermainmu? Baiklah, nona [Y/N], kita akan bermain seperti itu," gumamnya lalu mengejar gadis itu.
Untuk bisa melawan Nen, kita harus berlatih melawan musuh berbeda. Kemampuan untuk berpikir adalah teknik yang paling penting. Pertama-tama, biasakan diri untuk selalu berpikir hingga berpikir menjadi refleks. Game ini adalah program latihan agar kalian menguasai teknik ini.
Malam hari tiba, ketiga anak itu kembali tidur dengan posisi yang sama seperti saat mereka pertama kali tidur. Duduk dengan satu tangan memegang tali, lalu di ujung tali diikat sebuah batu. Semakin hari batu tersebut semakin besar. Dan semakin ahli juga Gon dan [Y/N] untuk tidur dalam posisi tersebut. Tak ada lagi kepala yang harus menjadi korban kejatuhan batu besar.
'Monster terkuat di daerah ini adalah Kuda Gelembung. Jika kalian bisa mengatasinya, kalian akan lulus dari babak kedua!' batin Bisky memerhatikan mereka beristirahat.
Keesokan harinya, mereka berhasil mendapatkan kartu Kuda Gelembung. Latihan babak kedua pun dinyatakan selesai.
![]()

KAMU SEDANG MEMBACA
My Duty [Hunter×Hunter x Reader]
Fanfiction[UPDATE SETIAP RABU DAN JUMAT] Ketika aku terbangun, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan tua kecil di dunia atau bisa dikatakan dimensi yang berbeda. Aku tidak tau apa dan kenapa aku bisa berada di sini, tapi aku tau satu hal yang past...
![My Duty [Hunter×Hunter x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/285070658-64-k704557.jpg)