[Chp.53] Genei Ryodan (3)

1.6K 172 90
                                        

Author POV

Saat ini semua anggota Ryodan berkumpul di markas mereka sesuai perintah Kurapika. Tak ada satu anggota yang hilang. Killua, Gon, dan [Y/N] juga berada di sana. Dalam keadaan terikat rantai besi di lantai. Semua anggota Ryodan mengelilingi mereka. Pakunoda juga berada di sana.

Setelah proses kesepakatan mereka dibuat, Pakunoda langsung berjalan kembali ke markas.

"Apa dia benar-benar berharap dengan kesepakatan itu? Katakan di mana dia, Pakunoda. Kita bunuh ketiga bocah ini, lalu urus pengguna rantai itu," kata Phinks.

"Apa itu harus?" tanya Machi pada Phinks mengenai membunuh ketiga anak tersebut. "Harus," jawab Phinks.

"Kalau tutup mulut, kau tidak akan kubiarkan pergi," lanjut Phinks.

Pakunoda pun bersuara. "Aku menolak mengatakan tempatnya dan mereka bertiga akan kubawa. Jangan mengganggu."

"Mengganggu?" tanya Phinks mulai kesal. "Kau pikir siapa yang jadi penghalang di sini?" tanya pria itu menaikkan suaranya.

"Pergi, Pakunoda. Kami yang akan menghentikannya," kata Machi membela Pakunoda.

"Menghentikan?" Feitan mengaktifkan Nen-nya. "Apa kau menghina kami?" tanyanya.

Pakunoda, Machi, Kortopi, Feitan, dan Phinks mengaktifkan Nen mereka. Siap bertarung. "Apa kalian serius? Aku tidak mengerti. Apa kalian sudah tidak waras?" tanya Phinks.

"Kurasa mereka sudah dikalahkan pengguna rantai sebelum kita tiba. Mereka mungkin dibawah kendalinya. Hanya buang-buang waktu saja. Biar aku yang berbicara," ucap Feitan berasumsi.

Mendengar ucapan Feitan, Gon mengeraskan rahangnya. Rasanya ia sangat ingin memukul wajah Feitan dan Phinks karena tak bisa mengerti hal yang mudah. "Apa ini benar-benar sulit dimengerti? Apa kalian tidak mengerti alasan Pakunoda pergi tanpa mengatakan apa-apa? Kenapa Machi menghentikan kalian? Apa kalian pikir mereka dikendalikan? Sudah jelas mereka ingin menyelamatkan ketua kalian! Apa perasaan ingin menyelamatkan rekan sesulit itu untuk dimengerti?" ucap anak itu emosi.

"Diam, bocah! Kau sampai setakut itu mati?" tanya Phinks yang tidak ingin di ceramahi oleh seorang bocah.

Dengan kekuatannya, Gon menghancurkan rantai besi yang mengikatnya. Mengejutkan orang-orang yang ada di sana.

Ia lalu bangkit berdiri dan lanjut berbicara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ia lalu bangkit berdiri dan lanjut berbicara. "Aku melakukan ini bukan untuk diriku. Tarik kembali kata-kata itu!" pinta Gon dengan raut wajah kesal.

"Yare yare," keluh Killua lalu menghancurkan rantai yang melilit tubuhnya dengan mudah. [Y/N] menghela napasnya, menghancurkan benda yang melingkar di tubuhnya lalu ikut berdiri.

"Tidak akan. Kalau tidak terima, kemarilah. Maju selangkah saja, kepalamu akan hancur," ucap Phinks mengancam.

Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Phinks, gadis bersurai coklat yang berdiri di samping Killua, sontak menajamkan manik matanya. Menatap tajam pada sosok Phinks. "Oh ya? Kalau begitu, kau bernapas satu kali saja, maka seluruh tubuhmu akan kucabik saat itu juga, bagaimana?" tanya gadis itu balas mengancam.

My Duty [Hunter×Hunter x Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang