Reader POV
Pagi hari tiba. Sinar matahari bersinar terang, menyinarkan cahayanya, menghangatkan udara pagi itu. Setelah perjalanan di udara pada malam sebelumnya, akhirnya kami tiba di kota Zaban berkat bantuan para Kiriko. Kini, perjalanan kami dipimpin oleh anak lelaki dari pasangan Kiriko tersebut.
"Sebagai navigator, tugas kami adalah untuk mencari peserta ujian hunter yang pantas dan mengantar mereka ke tempat ujian. Dengan kata lain, akan sangat sulit bagi seseorang untuk mencapai tempat ujian tanpa bantuan navigator." Ucapnya. Menjelaskan ulang tugas yang mereka miliki.
Disekitar jalan yang kami lewati, ada banyak sekali stal-stal yang menjual berbagai macam hal. Mulai dari makanan, buah-buahan, souvenir, peramal, dan banyak lainnya. Gon yang sibuk melihat sekitar hampir saja tertinggal jika Leorio tidak segera memanggilnya.
Kota Zaban benar-benar sangat ramai. Sungguh berbeda dengan kota Meteor.
Tak lama kemudian, kami berhasil melewati kerumunan orang dan tiba di sebuah tanah yang lapang dan bersih. Banyak bangunan-bangunan besar yang berdiri kokoh di sekitarnya.
"Aku yakin... bangunannya adalah yang di sebelah sana itu." Ucap anak Kiriko, tanpa melihat ke arah depan menunjuk sebuah restoran kecil yang terletak tepat di samping sebuah gedung mewah yang bertingkat.
Aku mengikuti pandangannya menatap restoran kecil itu. "Maa, orang biasa benar-benar tidak bisa menebak kalau dibalik restoran kecil itu ada ruangan yang luas sih." Ucapku mengikuti langkah anak Kiriko tersebut.
Sementara itu, Gon, Kurapika, dan Leorio malah salah tangkap dan menatap gedung mewah bertingkat itu. Aku menatap mereka heran. 'Kenapa mereka mendekati bangunan itu? Bukannya yang ditunjuk oleh anak Kiriko tadi adalah restoran ini?' Batinku bertanya.
Anak Kiriko yang sadar bahwa mereka salah lokasi segera memanggil mereka. "Kalian!" Panggilnya. "Sebelah sini." Ucapnya. "Disini."
Ketiganya membeo. Menatap tak percaya tempat ujian yang dimaksud adalah sebuah restoran kecil.
"Oi oi, ini tidak lucu. Ini hanya restoran biasa 'kan?" Tanya Leorio tidak percaya. Mereka bertiga pun berjalan mendekat ke arah kami berdiri. "Apa mungkin peserta ujian hunter dari seluruh dunia akan dikumpulkan di sini?" Tambahnya semakin tidak percaya.
"Mungkin saja. Tak ada satupun orang yang menyangka ujian hunter, dengan jutaan peserta, diadakan di sini 'kan?" Balasnya bertanya. "Memang benar sih.." gumamku.
Kami pun melangkah masuk ke dalam restoran tersebut. Ucapan "selamat datang" , suara makanan yang dimasak, suara orang-orang menyantap makanannya, aroma masakan yang lezat langsung menyapa indra pendengaran dan penciuman kami begitu masuk.
"Apa ruangan belakang terbuka?" Tanya anak Kiriko kepada sang koki yang sedang memasak. "Apa yang kau inginkan?" Balas koki tersebut balik bertanya.
"Steak combo yang membuka matamu menuju cahaya. Untuk empat orang." Terangnya. "Empat orang, ya..." gumam koki tersebut menatap tajam ke arah kami. "Mau yang seperti apa?" Tanya koki itu lagi.
Anak lelaki Kiriko mengangkat satu jarinya ke atas sembari berkata, "Dibakar di atas api kecil, setengah matang." Ujarnya yakin. "Baiklah. Silakan ke ruangan belakang." Ucap koki tersebut memberi izin.
Kami kembali bergerak masuk ke dalam restoran tersebut, menuju ruangan belakang yang dimaksud dengan anak Kiriko sebagai pemimpin tentu saja. Melewati orang-orang yang tengah menyantap hidangan di hadapannya.
"Tunggu di sini." Ucap anak Kiriko, kami kini berada di sebuah ruangan yang tak terlalu luas, dengan sebuah meja bundar dan empat kursi yang melingkari meja tersebut berada di tengah ruangan. Dimana aku yakin ruangan ini adalah lift yang dimaksud dalam anime-nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Duty [Hunter×Hunter x Reader]
Fanfiction[UPDATE SETIAP RABU DAN JUMAT] Ketika aku terbangun, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan tua kecil di dunia atau bisa dikatakan dimensi yang berbeda. Aku tidak tau apa dan kenapa aku bisa berada di sini, tapi aku tau satu hal yang past...
![My Duty [Hunter×Hunter x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/285070658-64-k704557.jpg)