Author POV
Rammot merintih sakit sepanjang malam. Suaranya terdengar sangat keras di dalam kastil para semut. Tubuhnya terjatuh ke tanah saat ia mencoba untuk bergerak.
Mulutnya menarik dan membuang napas secara cepat. Tangannya mengepal kuat. Tipis namun dapat terlihat, aura nen yang mulai muncul dari dalam tubuhnya.
Perlahan aura itu mulai mengelilingi tubuhnya. Rasa sakit masih terasa, namun kekuatan besar yang tiba-tiba muncul lebih dominan.
"Aku tak mengerti apa yang sedang terjadi... tapi aku bisa merasakan kekuatan di dalam tubuhku," ucapnya diantara napas beratnya. Makhluk itu lalu tertawa pelan, "Tubuhku penuh dengan energi!'" katanya.
Semakin lama, aura yang keluar dari tubuh Rammot semakin besar. Semut itu tersenyum lebar, tak mengerti namun menyukai kekuatan yang ia dapatkan.
Colt dan Peggy sedang berdikusi dengan beberapa prajurit di ruangan lain. Yang letaknya tak jauh dari tempat Rammot berada. Tubuh semut bersayap itu tiba-tiba merinding. Ia seperti merasakan ada hawa yang besar nan berbahaya.
"Doushita?" tanya Peggy saat melihat semut itu tiba-tiba memutus pembicaraan dan berbalik.
"Sinyal dari salah satu prajuritku. Rammot bertingkah aneh," jawab Colt.
Dua semut itu bergegas menuju lokasi Rammot. Langkah Colt terhenti saat ia melihat sesuatu berwarna putih yang mengelilingi Rammot.
Kekehan sombong dikeluarkan oleh Rammot. Semut itu dengan bangga menunjukkan seberapa besar kekuatan yang ia dapatkan. "Aku merasa seperti terlahir kembali!" ujarnya yang diiringi dengan tawa besar.
"Kau bisa melihat cahaya itu, Peggy?" Colt bergumam pada semut berparas penguin itu. Keringat dingin mengalir dari pelipis Peggy, mengangguk perlahan. "Energi kehidupan yang besar sekali," gumamnya.
Tawa pelan Rammot perlahan berubah jadi tawa besar-seakan menunjukkan kehebatan dan kesombongan. Keringat dingin juga mengalir dari pelipis Colt. Ia tidak bisa memahami apa yang sedang terjadi. Dan bagaimana Rammot bisa mendapatkan kekuatan itu. 'Kenapa Rammot bisa memiliki energi kehidupan sebesar ini?' batinnya.
"Lihat ini! Bukankah ini menakjubkan?" pamer semut itu tak berhenti tertawa angkuh.
'Pasti ada pemicunya,' batin Colt berusaha mencari jawaban. Pupil matanya melebar saat memori beberapa hari yang lalu terputar di dalam benaknya.
Colt ingat dengan jelas saat Gon memukul Rammot dengan kekuatan yang ia miliki, lalu tepat setelahnya Rammot merintih sakit tanpa henti. 'Bagaimana kalau serangan mereka adalah pemicunya?' pikir semut bersayap itu.
"Aku bisa merasakan kekuatanku semakin membesar!" ujar Rammot meninju ke arah udara, memamerkan kekuatan yang ia miliki.
"Peggy. Sudah kukatakan, apapun yang manusia bisa, kita juga bisa," kata Colt dengan keringat dingin yang mengalir deras.
Semut berperawakan penguin itu lantas berbalik pada Colt. "Termasuk menggunakan kekuatan aneh ini? Namun ini..." Ia tampak ragu, tidak yakin bahwa mereka bisa menggunakan kekuatan tersebut dengan baik.
Namun Colt tampak tidak peduli. Semut itu berjalan maju, mendekat pada bawahannya. "Rammot, pukul aku dengan kekuatanmu itu," titahnya saat ia sudah berdiri di hadapan Rammot.
Manik mata Peggy membesar. "Apa maksudmu? Colt!" Ia semakin panik.
Awalnya Rammot masih diam setelah menerima perintah tersebut. Tetapi kediamannya itu perlahan berubah jadi seringai. "Karena kau sudah membuatku kesal, aku tidak akan ragu," katanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Duty [Hunter×Hunter x Reader]
Fanfiction[UPDATE SETIAP RABU DAN JUMAT] Ketika aku terbangun, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan tua kecil di dunia atau bisa dikatakan dimensi yang berbeda. Aku tidak tau apa dan kenapa aku bisa berada di sini, tapi aku tau satu hal yang past...
![My Duty [Hunter×Hunter x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/285070658-64-k704557.jpg)