[Chp.29] Their Freedom

2.6K 332 98
                                        

Author POV

"Apa dia baik-baik saja?" Tanya Gon mengkhawatirkan Canary.

"Ya. Dia hanya pingsan." Jawab Leorio setelah mengecek kondisi Canary. Gon bangkit berdiri, berbalik menatap Kikyo.

"Maafkan aku karena tidak mengenalkan diri. Aku Ibunya Killua. Dia Kalluto." Ucap Kikyo mengenalkan dirinya juga Kalluto.

Gon mengerutkan keningnya. "Kenapa Killua dan [Y/N] tidak diizinkan menemui kami?" Tanya Gon.

"Karena Killua ada di ruang isolasi," kata Kikyo.

"Ruang isolasi?" Gumam Leorio mengulang kata Kikyo.

"Killua menusukku dan kakaknya, lantas melarikan diri dari rumah." Lanjut Kikyo.

"Killua sudah menceritakan itu pada kami." Kata Kurapika.

Titik merah pada alat Cyborg di mata Kikyo, bergerak. "Killua kembali karena menyesali perbuatannya tersebut. Dia juga secara sukarela masuk ke ruang isolasi. Karena itu kami tidak tau kapan dia akan keluar--" Titik merah itu kembali bergerak, dan Kikyo bereaksi seakan ia melihat sesuatu melalui alat itu.

"Apa? Otou-sama! Apa yang kamu lakukan? Jangan bertindak terburu-buru! Dia akhirnya kembali!" Seru Kikyo tak karuan. Berteriak dihadapan Gon dan yang lainnya.

Kikyo menenangkan dirinya, lalu berkata, "Sesuatu telah terjadi. Sampai jumpa." Ucapnya lalu berlari.

"Tunggu!" Ucap Gon menghentikan langkah Kikyo. "Kami akan tinggal di kota untuk sementara. Tolong beritahu Killua dan [Y/N]." Kata Gon.

"Baiklah. Aku akan beritahu mereka. Sampai jumpa." Ucap Kikyo lalu berlari masuk ke dalam hutan.

"Kamu siapa?" Tanya Kalluto yang masih berdiri di tempatnya. Menatap Gon, Kurapika, dan Leorio.

"Kami teman-teman Killua dan [Y/N]." Jawab Gon.

"Tomodachi?" Gumam Kalluto.

"Kalluto-chan! Apa yang kau lakukan? Cepat kemari!" Sahut Kikyo dari kejauhan.

"Ha'i. Okaa-sama." Balas Kalluto, ikut berlari menyusul sang Ibu ke dalam hutan.

"Aku seharusnya tak mengatakan ini, tapi mereka membuatku merinding. Aku bertaruh mereka berbohong soal Killua dan [Y/N] yang tidak bisa menemui kita." Kata Leorio. Ia lalu melirik Gon yang berdiri di hadapan mereka. "Gon. Kita masih belum bisa kembali. Bagaimana kalau kita mengikuti mereka?" Usul Leorio.

Gon menyetujui usulan Leorio. "Tapi kalau kita mengikuti mereka, dia yang akan disalahkan." Kata Gon menolehkan kepalanya pada Canary.

"Ah, benar juga." Gumam Leorio.

"Aku akan membawa kalian ke kantor pelayan. Di sana ada telepon yang terhubung ke rumah utama." Kata Canary, bangkit perlahan memegangi kepalanya. "Kalau Zeno-sama yang menjawab..."

"Zeno-sama?" Tanya Gon.

"Dia kakek Killua-sama." Jawab Canary. Pelayan itu bangkit berdiri, memimpin Gon, Kurapika, dan Leorio menuju ke kediaman para pelayan. "Jarak menuju ke kediaman pelayan cukup jauh, kemungkinan kita akan tiba di malam hari." Kata Canary sembari tetap berjalan.

Gon, Kurapika, dan Leorio pun hanya mengikutinya dari belakang. Berharap mereka dapat bertemu dengan Killua dan [Y/N] secepatnya.

━─━────༺༻────━─━
[HUNTER×HUNTER Fanfiction]

☕︎🄼🅈 🄳🅄🅃🅈☕︎
━─━────༺༻────━─━

"Bangun!" Teriak Milluki melayangkan cambuknya satu kali mengenai Killua yang terikat rantai. Perlahan kepala Killua terangkat, menatap kakaknya dari balik bola mata birunya. "Oh, Aniki, ohayou. Ima nanji?" Tanya Killua berpura-pura polos dihadapan sang kakak.

My Duty [Hunter×Hunter x Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang