Reader POV
Seminggu telah berlalu sejak Karui-san menceritakan semuanya. Sulit untuk kupercaya namun itulah faktanya. Mau tidak mau aku harus menerima kenyataan itu. Tapi aku tidak merasakan sedih sama sekali saat mendengarnya. Hanya terkejut.
Mungkin karena aku juga hanya memiliki masa lalu yang buruk bersama mereka makanya aku tidak merasa sedih ataupun merasa bersalah setelah melakukannya. Atau mungkin karena sebenarnya aku tidak mengenal mereka.
Tau pepatah yang berbunyi, "Tak kenal maka tak sayang" ?
Aku tidak mengenal siapa mereka. Meski orang-orang berkata mereka ada kedua orang tuaku, tapi aku tidak pernah mengenal mereka. Melihat siluet mereka atau mendengar suara mereka saja tidak pernah. Bagaimana aku bisa merasa sedih-seperti ditinggalkan orang yang paling kau sayangi-kepada orang yang bahkan tidak kukenal sama sekali?
Semua yang terjadi di masa lalu itu yang mengalami jiwa lain. Bukan jiwaku. Jadi aku tidak peduli pada mereka.
Toh juga mereka pantas mendapatkannya.
Maksudku ingatkan ketika aku bangun, aku langsung bertemu dengan Karui-san. Lalu aku bertanya tentang masa laluku pada Karui-san dengan alibi bahwa aku 'mungkin melupakannya' padahal aslinya aku memang tidak tau apa-apa.
Lalu setelah Karui-san menceritakan semuanya barulah aku paham. Mengerti maksudku? Kalau iya baguslah, kalau tidak semoga kau bisa mengerti dengan membaca ulang.
Oh dan hari ini aku resmi memulai latihanku bersama Karui-san. Senangnya. Bagaimana ya nantinya? Aku cukup penasaran. Karena jika kuteliti, dia sepertinya bukan seorang hunter biasa. Dia pasti memiliki kekuatan atau semacam kemampuan hebat. Soalnya dia pro hunter, kan?
Bagaimana bisa dia mendapat julukan sebagus itu kalau dia hanya hunter biasa.
Jam menunjukkan pukul 10 pagi. Yosh, saatnya latihan!
Pagi tadi, tepatnya pukul 8 pagi, Karui-san memberitahuku bahwa pada pukul 10 nanti, dia akan menungguku di sebuah tempat yang berada tak jauh dari rumah ini. Katanya aku hanya perlu berjalan terus mengikuti jalan setapak selama 20 menit, dan aku akan menemukan sebuah lapangan yang cukup luas dan bersih. Dia akan melatihku disana.
━─━────༺༻────━─━
[HUNTER×HUNTER Fanfiction]
•
☕︎🄼🅈 🄳🅄🅃🅈☕︎
━─━────༺༻────━─━
20 menit berlalu dan kini aku telah berada di sebuah lapangan yang bersih dan cukup luas. Sejauh penglihatanku terhadap kota ini, hanya lapangan ini yang paling bersih diantara semuanya. Aku mengedarkan pandanganku, mencari sosok pria tua yang berkata akan melatihku.
Manik mataku berhenti bergerak kala menemukan orang yang kucari sedari tadi. Pria tua itu menyadari keberadaanku lantas berjalan menghampiriku. "Baiklah, karena ini latihan pertamamu, maka pertama-tama aku akan melatih fisikmu."
Fisikku? Mungkin latihan ketahanan. "Kita akan memulainya dengan lari jauh!" Aku menatapnya lekat-lekat. Sejauh apa dia akan membuatku berlari? "Karena kau masih termasuk pendatang baru di kota ini, pastinya kau belum mengenal semua lokasi dan tempat di kota ini, kan?" Aku mengangguk. Jika dihitung aku baru saja tinggal di kota ini sekitar 2-3 minggu lamanya.
"Maka dari itu aku akan menemanimu berlari jauh hingga kau mengingat semua nama tempat dan lokasi di kota ini! Kita mulai dengan lari sejauh 5 km ke arah barat!"
Hei, hei hei! Yang benar saja. 5 km! Itu jauh loh! Jika di konversi 5 km = 5,000 m, dimana 5,000 m itu setara dengan 3.1 mil atau 16,404 kaki! Kita ini mau latihan, bukan mau mengadakan lomba lari jarak jauh! Lagipula yang kau latih ini anak kecil loh! Anak kecil! Anak kecil berumur 4 tahun. Apa kau tidak memikirkan hal itu?! Stamina anak umur 4 tahun mana bisa disamakan dengan stamina orang dewasa!
KAMU SEDANG MEMBACA
My Duty [Hunter×Hunter x Reader]
Fanfiction[UPDATE SETIAP RABU DAN JUMAT] Ketika aku terbangun, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan tua kecil di dunia atau bisa dikatakan dimensi yang berbeda. Aku tidak tau apa dan kenapa aku bisa berada di sini, tapi aku tau satu hal yang past...
![My Duty [Hunter×Hunter x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/285070658-64-k704557.jpg)