Author POV
Pagi hari menjelang. Setelah sekian lama waktu berlalu, akhirnya hari ini tiba. Hari yang ditunggu-tunggu oleh semua orang.
Suara Ratu Semut Chimera menjerit kesakitan menggema dalam sarang para semut itu. Suara itu sangat keras, hingga mengalihkan perhatian seluruh semut yang mendengarnya.
"Setelah sekian lama..." ucap Shaiapouf.
Neferpitou menganggukkan kepalanya setuju. Dua sisi bibirnya tertarik ke atas. Raut wajahnya terlihat sangat senang. "Sang Raja akan lahir!"
Ratu Semut menjerit tak kuasa menahan sakit. Raja yang masih di dalam telur itu bereaksi cepat. Sembari menahan sakit, Sang Ratu berbicara kepada anaknya itu. "Matte! Ini masih terlalu dini!" pintanya.
Namun Sang Raja membalas dengan kasar. "Damare!"
Detik selanjutnya menegangkan. Sang Raja memaksa keluar dari telurnya. Telur yang masih terhubung dengan tubuh Ratu Semut. Ia memecahkan telur tersebut, merobek paksa agar tubuhnya dapat beranjak keluar.
Ratu Semut menjerit lebih nyaring lagi. Rasa sakit yang ia terima sungguh mengerikan dan menyakitkan. Seluruh tubuhnya seperti dirusak dengan paksa.
Beberapa prajurit semut bergegas menuju ruangan Sang Ratu. Mereka dipenuhi dengan rasa panik dan khawatir kepada pemimpin mereka.
Saat para prajurit itu tiba, pemandangan yang menyapa mereka pertama kali adalah sosok Raja mereka. Tubuhnya masih dibaluri dengan beberapa cairan lengket yang berasal dari tempatnya bertumbuh. Sementara di bawahnya, Sang Ratu terkapar tak berdaya. Di sekitar tubuhnya ada sebuah aura berwarna ungu bercampur keemasan yang mengelilingi.
Ketika kepalanya menoleh ke belakang-kepada seluruh prajurit yang ada di sana-suasana terasa sangat tegang. Tidak ada yang berani berbicara, apalagi sekedar membalas tatapan Sang Raja. Mereka semua membeku di tempat.
Raja Semut membalikkan badan pada para prajurit, menyeringai kejam.
"Aku lapar. Bawakan aku makanan," titahnya singkat.
Keringat dingin mengalir dari setiap pelipis makhluk yang mendengar perintah tersebut. 'Ini Raja kami...' batin Colt gemetar.
Beberapa detik kemudian, sosok seekor semut penguin berlarian memecahkan keheningan. Peggy berlari mantap ke arah Ratu Semut. Induk para semut itu sekarat, mulutnya kembali memuntahkan darah.
"Yang Mulia!" seru Peggy panik. Manik matanya membelalak melihat kondisi Sang Ratu. "Oh, tidak! Organnya cedera parah!" tambahnya.
Makhluk mungil itu melangkahkan kaki kecilnya kepada Sang Ratu. Buku yang selalu ia bawa di tangannya pun terjatuh tanpa disadari. Ia terlihat tidak memedulikan sosok Sang Raja yang berdiri di depannya. Ia hanya memedulikan Ratunya.
Namun, ketika langkahnya melewati posisi Sang Raja, ekor tajam milik Raja Semut mengayun dan menghancurkan kepalanya. Saat itu juga, di tempat, di depan semua saksi mata yang melihat. Peggy dibunuh oleh Raja Semut. Semua pasang mata yang menyaksikan tertegun, terdiam, tak mampu berkata-kata.
"Jangan membuatku mengulanginya. Bawakan aku makanan," titah Sang Raja lagi. Kepalanya mendongak ke atas, lalu menambahkan, "Tempat ini menjijikkan."
Raja Semut melirik ke belakang, pada sang ibu yang dalam ambang kematian lalu mengalihkan lagi pandangannya tanpa peduli. Tatapannya terjatuh pada sosok Colt yang terpaku. "Oi..." panggilnya dengan suara rendah.
Colt terkejut saat tatapan mengerikan itu tertuju padanya. Pandangannya beralih pada Rajanya. "Bersihkan ini," titah Raja Semut, menunjukkan ujung ekornya yang kotor karena darah Peggy.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Duty [Hunter×Hunter x Reader]
Fanfiction[UPDATE SETIAP RABU DAN JUMAT] Ketika aku terbangun, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan tua kecil di dunia atau bisa dikatakan dimensi yang berbeda. Aku tidak tau apa dan kenapa aku bisa berada di sini, tapi aku tau satu hal yang past...
![My Duty [Hunter×Hunter x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/285070658-64-k704557.jpg)