Author POV
Genthru dan timnya memiliki rencana, saat mereka mencoba bertukar kartu dengan tim Tsezgerra. Mereka memanfaatkan kedua korban yang saat ini menjadi sandera mereka. Kedua tim bertemu di sebuah lapangan hijau yang luas.
"Ayo cepat selesaikan," ucap Tsezgerra.
Ketua dari dua tim pun maju untuk saling bertukar kartu. Sementara sisa anggota akan diam dan menonton dari jauh. Setelah kegiatan bertukar selesai, Tsezgerra lalu berbalik dan berjalan kembali ke teman timnya. Namun, Genthru mencegatnya.
"Tunggu sebentar." Tsezgerra berbalik, menatap pada Genthru. "Tidak bisa kuterima," ucap Genthru.
Pria licik itu lalu berkata lagi. "Ini pertukaran tak adil," ucapnya.
Salah satu anggota tim Tsezgerra, seorang pria bertubuh besar dengan rambut berwarna kuning menyahut marah. "Kau tak bisa komplain saat pertukaran sudah selesai!"
"Kami memberimu tiga kartu! Kau mau apa lagi?" sahut yang lainnya.
"Sebentar, maksudku bukan itu. Aku bilang ini tidak adil untukmu. Kami jadi diuntungkan. Aku tak mau cari untung dari pemberian orang. Aku akan terus merasa tak nyaman, meskipun sudah berhasil menamatkan game-nya. Jadi, aku punya tawaran," ucap pria itu.
Genthru mengeluarkan dua jenis kartu dan memegang masing-masing satu di tangan kanan dan kirinya. "Kanan atau kiri. Akan kuberi salah satu kartunya. Salah satunya kartu tak berharga. Namun, satunya lagi kartu Napas Malaikat."
Dari arah belakang, di sebuah tempat, Sub dan Bara yang asli, diam-diam melemparkan Risky Dice. Dadu tersebut berhenti. 'Semoga beruntung'. Seringai di wajah keduanya mengembang. Bergerak dengan cepat, mengucapkan mantra dan mencuri masing-masing kartu dari tim Tsezgerra. Setelah itu kabur dengan kartu Return pergi ke kota Masadora.
"Kejar mereka!" ujar anggota Tsezgerra.
"Tunggu! Periksa kembali kartu kalian!" perintah Tsezgerra. Mereka pun segera membuka binder mereka dan mengecek kartu mana saja yang hilang.
Tsezgerra berdecak sebal. "Hilang satu dari kartu nomor 80 yang kita monopoli. Kartu nomor 65 juga hilang," ucapnya setelah mengecek bindernya.
"Kau kehilangan apa?"
"Kartu nomor 42 dan 53," ucap yang berambut perak.
"Aku nomor 29 dan 24," ucap yang bertubuh besar.
"Kartu bagusku kena! Kartu nomor 85 yang kita simpan hilang dua," ucap yang bertubuh tinggi.
'Mereka mencuri semua kartu slot terbatas. Mereka juga mengambil jenis kartu yang kami monopoli. Sial! Aku yakin mereka pasti menggunakan Risky Dice,' batin Tsezgerra. Ia lalu berbalik pada 'Sub dan Bara' yang masih ada di sana.
Kedua orang itu bergidik ketakutan. Mengklaim bahwa tim Genthru telah menggunakan sebuah kartu untuk mengubah wajah mereka menyerupai Sub dan Bara.
"Pokoknya kita harus memburu mereka!" ucap anggota Tsezgerra yang bertubuh tinggi.
Tsezgerra menolak permintaan itu. Ia lalu berbalik pada dua korban tersebut. "Apa Genthru adalah Bomber?" Kedua orang itu menggeleng kuat. "Kami tidak tahu."
"Namun, dia menggerakkan tangannya lalu kepala rekanku langsung meledak," tambahnya.
Anggota tim Tsezgerra membulatkan mata terkejut. "Kekuatan yang bertujuan untuk membunuh. Dia seorang petarung. Kita tak bisa langsung melawan mereka," ucap Tsezgerra.
"Namun, mereka merebut setidaknya lima kartu berbeda dari koleksi kita! Koleksi mereka bisa jadi sudah lengkap!" bantah rekan tim Tsezgerra yang berambut perak.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Duty [Hunter×Hunter x Reader]
Fanfiction[UPDATE SETIAP RABU DAN JUMAT] Ketika aku terbangun, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan tua kecil di dunia atau bisa dikatakan dimensi yang berbeda. Aku tidak tau apa dan kenapa aku bisa berada di sini, tapi aku tau satu hal yang past...
![My Duty [Hunter×Hunter x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/285070658-64-k704557.jpg)