005 - SEMUA PRIA MEMANG SAMA BUSUKNYA

521 50 1
                                    

Dengan buah gandaria di tubuhnya, Udelia dapat menyerap aura dengan mudah, lebih mudah dari tubuh Idaline yang berat.

Idaline adalah tubuh yang Udelia rasuki sepanjang dirinya koma.

Selama menjadi Idaline, Udelia telah mendapat berbagai pencapaian yang tinggi dan berada di posisi tertinggi.

Yang paling mencolok adalah dia belajar pada Petapa Agung.

Dia mempelajari semuanya dengan mudah dan mempraktekkannya dengan lancar.

Jadi ketika sekarang dia berada di tubuhnya sendiri, Udelia bisa dengan mudah dan lancar menerapkan ilmu-ilmu yang diajarkan Petapa Agung.

Ilmu petapaan, sihir, sampai seni berperang.

Sekarang dia kacaukan barisan pertahanan musuh dengan memperpanjang jadwal para prajurit.

Dia juga melakukan hal-hal kecil yang mampu membangun kecurigaan dan kecemburuan antara satu dengan yang lain.

Udelia memindahkan barang penting seseorang ke tenda lain dan dengan selembar kertas di kamar Yuyud, Udelia mempermainkan gaji dan bonus para pengawal, para prajurit, dan para ksatria.

Walaupun mereka tidak terlibat kebejatan, mereka yang banyak itu membiarkan satu orang melakukan kesalahan juga termasuk kejahatan yang besar.

Melihat makanan yang menggunung di kamar Yuyud, para pengawal tidak akan membuka kamar hingga keesokan hari.

Udelia bisa leluasa mengganti gaji harian dan jadwal harian yang mesti dilakukan para prajurit. Dia menyelinap ke setiap unit.

Udelia menghafal seluk beluk prajurit dan ksatria Maja, dimulai dari kekuatan sampai kekayaan mereka.

Yang paling berperan di sebuah markas adalah para prajurit tingkat rendah.

Mereka dipimpin satu prajurit menengah untuk menjaga keamanan selama prajurit tingkat tinggi dan para ksatria beristirahat di bilik bilik kamar mereka. Mereka akan digaji perhari tergantung tugas mereka.

Setelah memporak-porandakan markas dalam keheningan malam, Udelia membebaskan satu persatu tahanan dan membawa mereka keluar dari markas Yuyud.

Udelia menyelinap pergi dari atap. Harus dia akui pertahanan pasukan Maja tidak akan tertembus, andai seseorang tidak mampu loncat dengan tinggi.

"Aku ingin bertemu tuan."

Ekawira, tangan kanan Yuyud, berdiri di depan kamar Yuyud kertas di tangannya.

Dia melihat ada sesuatu yang aneh!

Bagaimana bisa penetapan jam jaga sangat timpang?!

Satu kelompok berjaga sangat lama, sedangkan satunya lagi hanya beberapa saat.

Ini bisa merusak stamina sebagian besar orang dan membuat besar kepala sebagian yang lain, karena merasa diistimewakan.

Hal seperti ini dapat memecah kesatuan kerja sama tim.

Yuyud, meski pria itu hanya bisa bermain wanita, bukannya mengangkat keris yang tergantung di pinggangnya, pria itu sama sekali tidak pernah mengusik para prajurit.

Keadilan dalam markasnya membuat Yuyud disegani. Tinggi atau rendah, selalu Yuyud tegakkan keadilan dengan benar.

Dia ramah pada kawannya, bengis pada lawannya. Segala macam cara dia lakukan agar selesai tugas yang diamanatkan padanya.

Ekawira masih diam ketika Yuyud seringkali tiba-tiba mengganti formasi yang sudah disetujui, dia diam ketika Yuyud meminta kelompoknya membantai desa, dia diam ketika Yuyud selalu minta para perawan.

TIKZ 2 [Terlempar ke Zaman Keemasan]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang