Tak banyak yang bisa ku tulis kini
Ketika kau kehilangan nya, aku kehilangan kalian berdua.
Bersamaan dengan itu, aku kehilangan semua kata juga suara yang menggaung di kepala.
Hampa... tak seperti yang ku kenal
Maka dari puing - puing diri kuambil segenggam kata yang tersisa
Jemari seolah ingin menari tiap kali ku buka kolom pesan
Berharap ada sebuah kabar yang datang, namun yang kudapati hanya layar kosong dengan nama mu di atasnya
Meski hati dan pikiran terus berkecamuk untuk menghubungi mu,
Namun keberanian seolah padam.
Tak mampu lagi ku lontarkan tanya tentang bagaimana kau sekarang
Aku tak bisa berbuat apa - apa.
Tiap usaha yang ku punya tak pernah sampai
Dan berujung bual belaka
Tak ada aksi nyata atas semua yang ku rasa
Kini rasanya terlalu egois jika ku harap kau bisa mengerti
Sementara lara yang kau genggam belum jua reda
Aku memilih berdiam..
Bukan karena tak lagi peduli
Bukan pula sengaja membiarkan mu sepi
Namun aku tak kuasa jika harus terus mengganggu mu dengan semua ucapan ku
Kelak jika semua badai telah terlalui
Semoga ada waktu untuk kita berjumpa kembali
KAMU SEDANG MEMBACA
Monolog
Roman d'amourSebuah rangkaian kalimat yang dilontarkan untuk diri sendiri agar bisa segera bangkit dari hari-hari yang patah
