Jangan berharap pada ku..
Bahu ku tak selalu kuat menanggung tiap beban yang silih berganti
Ada kala nya bahu ini lemah dan butuh tempat bersandar
Bukan selalu menjadi sandaran tak peduli bagaimana kondisi ku
Jangan berharap pada ku..
Dada ku tak selalu lapang menerima tiap seri kehidupan
Sering nya terasa sesak dan sempit
Udara bahkan berebut masuk dan membuat nafas menjadi sulit
Bukan tak bersyukur, melainkan sudah terlalu banyak kesedihan yang tak nampak
Jangan berharap pada ku
Mata ku tak selalu kering
Terlebih saat mengenang mu
Sering nya ku sulam air mata menjadi sebuah simpul yang terlukis di bibir
Jangan berharap pada ku
Pikiran ku tak selalu luas
Ada kala nya aku menjadi pendek akal
Bertindak semau ku tanpa memprediksi kemungkinan terburuk yang akan datang
Otak ku juga tak luput dari macet yang menyerang kala situasi membuat ku panik
Jangan berharap pada ku..
Aku masih sering memaksakan kehendak ku
Berharap sesuatu yang rusak tetap bisa digunakan
Padahal bisa jadi memang sudah tak layak dan harus segera diganti
Memaksakan keadaan, agar selalu ada
Padahal jelas - jelas sudah menghilang
Jangan berharap pada ku
Aku masih sering bergantung pada seseorang untuk kebahagiaan ku
Terlebih pada mu
Maka saat kau hilang, aku ikut kehilangan diri ku
Jangan berharap pada ku
Kau bisa mengandalkan ku secara fisik
Namun untuk perasaan, aku tak mengelak bahwa aku lemah
Sedikit kau bentak, air mata akan menghujani wajah ku dalam hitungan detik
Jangan berharap pada ku..
Ada kala nya aku tak mau mendengar
Ada kala nya aku hanya ingin duduk bersimpuh dan menjadi lemah
Ada kala nya kuat ku hilang seperti arang yang menjadi abu
Seperti saat ini, lara membuat ku menjadi lemah
Maka untuk saat ini, jangan berharap pada ku...
KAMU SEDANG MEMBACA
Monolog
RomansSebuah rangkaian kalimat yang dilontarkan untuk diri sendiri agar bisa segera bangkit dari hari-hari yang patah
