Penghujung Oktober
Dari tiap rasa sakit yang silih berganti,
Selalu ada segenggam kekuatan baru setelahnya.
Dari tiap rasa tenang yang tersimpan,
Sejumput kekhawatiran selalu datang menerkam.
Namun kali ini berbeda.
Resah, membuatku kalah.
Sejuta tanya membumbung tak berarah..
Esok,
Masihkah tangan ini bisa menulis?
Mencurah tiap gelisah dalam bentuk kata
Masih kah bibir ini dapat berujar?
Mengalun tiap simfoni mengikuti alur musik
Masih kah jemari ini mampu menggenggam?
Memetik tiap dawai gitar mencipta harmoni nada
Masih kah mata ini dapat memandang?
Menatap tiap wajah dan merekam nya dalam memori
Masih kah telinga ini menangkap suara?
Mendengar bisik angin yang tengah menari
Masih bisa kah aku mengingat mu?
Sebelum hari itu tiba,
Aku hanya ingin melakukan semua yang ku bisa.
Agar kelak saat nya datang,
Tulisan dan gambar ini akan menjadi saksi,
Bahwa aku pernah ada...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Monolog
RomanceSebuah rangkaian kalimat yang dilontarkan untuk diri sendiri agar bisa segera bangkit dari hari-hari yang patah
