Dibalik desau angin yang teduh malam ini,
Terdapat deru tangis yang ku paksa berhenti
Terpaksa kulipat rapih dan ku letakkan dibawah bantal yang ujungnya mulai basah
Dia tak pernah tau..
Ada belati yang menancap tegas menembus taju pedang
Menyisakan sesak teramat parah
Dia tak pernah tau..
Bagaimana rasa nya menangis memeluk kaki di penghujung malam
Berusaha tetap bernapas diantara paru yang terhimpit beban
Dia tak pernah tau..
Ada air mata yang mulai mengering
Atau mungkin dibiarkan mengering, tak dipedulikan
Dia tak pernah tau..
Rasanya memutar semua kejadian dalam kepala.
Semua adegan berulang dan berhenti karena tangis cukup berat untuk ditahan.
Dia tak pernah tau..
Ada trauma yang tersembunyi dan ku paksa pergi
Dia tak pernah tau..
Bagaimana cara ku membunuh rasa yang tumbuh
Berdiri lagi meski kenyataan tak pernah berpihak
Bukan salah nya jika kini aku terlihat begitu lemah
Berjalan mengais luka yang terbuka menganga
Bukan salah nya jika sampai saat ini Ia masih bisa tertawa lepas sedang aku menahan maut untuk datang
Karena Dia, tak pernah tau,
Bagaimana rasanya menjadi aku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Monolog
RomanceSebuah rangkaian kalimat yang dilontarkan untuk diri sendiri agar bisa segera bangkit dari hari-hari yang patah
