18 - The Daily (i)

353 56 5
                                        

Sedikit support untukku ya^^ jangan lupa vote~ makasi~~
.
.
.
.
.
"Janee! Sebaiknya kau pulang sekarang!"

Entah sejak kapan, perasaan Vanica Jisoolla campur aduk. Dia tak bisa melihat Jane lama-lama berhadapan dengan penampilan baru itu. Hatinya tersayat, pasti Jane sangat tersiksa juga telah mengorbankan apa yang menjadi hal istimewa pada tubuhnya, yaitu rambut yang berharga.

"Hei, Jii... Kenapa kau malah menangis?"

Jane panik bukan main, sebab Jisoo tiba-tiba menangis, padahal tadi Jane tidak melakukan hal apapun. Tapi suara rintihan kecil membuatnya berbalik. Menatap wajah sendu Jisoo yang sedih.

"Aku menangisimu Jane!! Sekarang aku keliahtan sangat egois padamu, hanya karena aku-... Kau sampai memotong rambutmu" Jisoo sedikit terisak.

Jane terdiam sesaat, menatap Jisoo nya tanpa bergeming sedikitpun, lalu menarik napas agak dalam, bersiap-siap untuk menenangkan wanita itu.

"Tidak Jii, kau tidak egois... Tapi aku yang terlalu bersemangat mengejarmu... Aku pikir 2 tahun itu waktu yang sangat lama sampai aku tidak sabar menunggumu... Lupakan masalah rambutku, itu tidak penting lagi bagiku" pinta Jane Kawaii.

Tapi jelas Jisoo tak mau begitu mudah menyelesaikan masalah diantara mereka.

Jane keras kepala, sudah dari dulu Jisoo memberi sinyal agar berhenti tapi dia malah makin ngegas!

"Aku sudah tegas padamu, kalau dari awal aku tidak mau Jane... tapi kau terus berusaha.. bagaimana ini?"

Jisoo mengusap jejak air matanya pada pipi tirusnya. Enggan menatap Jane secara langsung karena menurutnya keputusan Jane adalah kesalahannya.

"Maksudmu kita bagaimana? Hm, menurutku biar aku saja yang menderita.. kau jangan"

Balas Jane dengan suara pelan. Okey, Jane memang sudah ditakdirkan untuk menjadi orang yang rela berkorban demi orang yang dia sayang.

"Tapi ini tidak adil untukmu Jane.."

"It's okey... aku akan pikirkan cara lain lagi... sekarang tenangkan dirimu Jii, jangan menangis karena aku ya... Aku tidak mau kelihatan jahat padamu" larangnya.

"Aku kesal pada semuanya! Kenapa tak satupun berjalan baik dalam hidupku, aku yang dulu menyukai seseorang tapi malah dikhianati, lalu sekarang adik sepupuku sendiri menyukaiku. AKu tidak bisa menerimanya..."

Jane merasa hatinya tertusuk, okey Jisoo hanya sedang mengeluh saja. Tapi Jane berusaha tidak akan tersinggung atau sakit hati mendengarnya.

"Jane pulanglah... Aku tidak bisa ijinkan kau menginap disini, sorry..."

Cicit wanita itu. Akan menyakitkan melihat Jane didepan matanya saat ini apalagi penampilan Jane menyerupai sosok lelaki.

Gadis berdarah jepang itu menggeleng, masih terlalu dini jika membiarkan Jisoo merasa terpuruk karenanya. Toh, Jane hanya akan menginap dan tidak akan melakukan hal nekat seperti sebelumnya.

"Aku tidak akan meninggalkanmu, sendirian disini..." balas Jane masih kekeh ingin menginap apapun yang terjadi.

"Sudah ada anakku kok, aku tidak akan sendirian lagi" ucap Jisoo. Ingat jika sudah ada Archie dirumahnya. Jadi Jisoo harus meluangkan waktu mengurus bocil itu juga.

"Pokoknya aku tidak akan pergi dari sini... aku akan memberikanmu ruang Jii... sementara aku akan pakai kamar tamumu saja~ deal?"

"Ish kau memang keras kepala!" Dengus Jisoo.

Diusir-usir pun Jane masih seperti kutu busuk yang menempel, tak mau pergi sampai fajar menjemput esok pagi.

"Yasudah sana mandi!! Nanti kau makan sendiri ya, sungguh aku tak nafsu makan denganmu... aku akan langsung istirahat dikamar" balas Jisoo.

 NU-NA [LIMSOO]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang