74 - Just vibing

341 57 19
                                        

Akhirnya setelah acara ramah-tamah usai di kediaman Leyen atau lebih tepatnya di kediaman Eomma Eun itu. Jisoo pun bisa bernapas lega dan ia sudah mendapatkan kepastian dari Eomma Eun tetang hubungannya dengan Limario.

Memang harus Jisoo akui, jika pola pikir Eomma Eun barusan sangat sama percis dengan Daddy dan Mommy nya Jisoo. Mereka sebagai orang tua tak melarang anaknya, mereka kompak hanya membantu, mendukung dan mengawasi pilihan anaknya. Jisoo pun merasa dibebaskan dalam hak memilih pasangan oleh mereka semua.

Jisoo yang dulu terlalu naif, hingga dia gagal membina hubungannya dengan si mantan suami. Berpikir jika suaminya baik, tapi ternyata tidak!

Jisoo sudah move on, dia yang sekarang lebih menyukai sisi manis pria yang ia kencani, ada atau tidak nya materi, mereka berdua bisa mencarinya bersama-sama. Just let it flow, and everything gonna be okey, if they can trust to each other.

Sejauh ini Jisoo lebih banyak bersikap rasionalnya dan yah, dia sudah mempercayai Limario. Hal itu cukup membuat mereka mengerti jika rasa cinta tak selalu berkutat dalam lingkaran possesif, curiga dan cemburu untuk menjaga pasangan. Kadang membiarkan pasangan merasa bebas juga akan berimbas pada pertumbuhan hubungan yang sehat, itu juga kalau prianya selalu punya possitif vibes bukan type pria yang brengsek.

Didalam perjalan menuju ke Akademi Galileo, Jisoo tidak menyetir, yang melajukan mobil mewahnya adalah Limario Leryen, yup pria itu ikut dengan kekasihnya untuk menjemput putra mereka.

Eomma Eun mengijinkan anaknya pergi, toh Limario juga libur -pikir Eomma Eun saat itu, tanpa tau kebenarannya.

Semenjak percakapan serius mereka, Limario tidak sungguh-sungguh membuka semua kartunya! Dia masih menutupi masalah resign nya dari gedung Future Life kepada Eomma nya. Apalagi Jisoo tak ada menyinggung posisi Limario yang telah sama-sama menjadi pengangguran seperti Jisoo.

'Aku rasa tadi aku sudah cukup baik membuka obrolan, dan aku sudah bisa meyakinan mereka... fyuh, tadi itu langkah yang sudah bagus Vanica Jisoolla, you did a great job!.. really proud to my self!' Jisoo membatin disela-sela perjalan mereka ke Alademi Galileo. Jam di Kota Seoul pun sudah menunjukkan pukul setengah 1 siang.

Kemudian radio mobil Jisoo yang sejak awal hidup, kini memutar lagi dari The Weekend berjudul Die for You. Membuat suasana didalam mobil tak terlalu hampa, canggung dan awkward.

"Honey apa kau haus?"

Laju mobil jadi pelan karena didepan mobil mereka, ada sebuah bus yang menyalakan lampu sein nya, dan menepi di halte, membuat Limario harus sedikit menginjak rem mobil mereka agar tidak menghantam pergerakan bus yang body belakangnya itu mulai merapat ke sisi tepi jalan raya.

"Iya Nunnaaa... aku lumayan haus, maaf jika tadi saat dirumah kita benar-benar tidak sempat minum sama sekali, aku bahkan takut jika kita terlambat menjemput Archie... apa dia akan marah? Kita sudah lewat berapa jam sayang?"

Si pria gemas itu banyak bicara, pancingan Jisoo sudah berhasil membuat Lim kembali seperti Lim yang biasanya.

"Santai saja Hon, jika anakku ngambek nanti kau yang membujuknya ya Hon... kata-katamu pasti didengar oleh Archie, karena dia bucin berat padamu..."

" - anyway, kita mampir dulu ke minimarket ya, aku tidak tahan pokoknya ingin minum"

Pinta Jisoo, dirinya terlampau merasa serat, tenggorakannya kering karena terlalu banyak mendesah diawal dan apalagi Jisoo juga mengobrol banyak dengan Eomma Eun dan Zahara diruang tamu.

Jisoo sengaja tak mau dibuatkan minuman, agar dia bisa segera driving dengan kekasihnya. Jisoo memang agak nakal, dia membawa Lim bersamanya. Tapi tenang, Lim sendiri juga sudah ijin pada Eomma nya mau pergi jalan-jalan dengan Jisoo.

 NU-NA [LIMSOO]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang