.
.
.
Pagi hari menyapa bumi, kini Seoul city suhunya perlahan menjadi hangat. Waktu pun menunjukan pukul setengah 6 pagi.
Limario bergerak sedikit, dirinya ingin ke kamar kecil untuk pipis. Tetapi sebuah tangan lentik yang putih nan mulus sekali masih membelenggu bagian perutnya. Sang pujiaan hati masih betol memeluknya di sela posisi tidur mereka yang nampak intim sekali.
Ya, mereka masih bisa di katakan dalam posisi intim karena sama-sama masih plosan tanpa busana. Tak ada satupun diantara mereka yang mengenakan pakaian sejak tadi malam habis bercinta itu.
Yang ada justu tubuh mereka berpelukan mesra di bawah selimut tebal yang membelenggu mereka.
Perlahan tangan Lim bergerak, dia ingin menyingkirkan tangan wanita itu sejenak dari atas perut sexpack nya.
"Uhmmm...."
Jisoo langsung melenguh dan si wanita peka sekali ketika Limario ingin memindahkan tubuhnya dan bergerak untuk turun dari ranjang.
"Mau kemana honey?" Dengan mata masih terpejam Jisoo bertanya.
Wajahnya makin diduselkan pada bagian pinggang kekasihnya dan tangannya erat memeluk Limario.
"Chagiyaa aku harus ke kamar kecil" kata Limario menjawab.
"Lepas sebentar ya sayangkuu... dan sepertinya ini juga sudah pagi, apa Nunna mau lanjut tidur?" Tanya Limario balik.
"Ck, kau mau ke toilet? Apa tidak bisa di tahan?" Tanya Jisoo.
"Kalau di tahan nanti sakit Nunna" balas pria itu.
"Yasudahhh sana pipis dulu... aku akan tunggu disini" katanya kemudian.
Sosok wanita janda cantik bernama Vanica Jisoolla itu akhirny mengucek matanya pelan.
Limario bangkit dari kasur. Membuat sudut ruang yang Limario tempati itu kosong secara sementara. Dan Jisoo perlahan merenggangkan tubuhnya, menghilangkan pegal yang ia rasakan sehabis tidur semalaman.
"Hoooaaamm...." jisoo malah menguap.
Matanya sipit sebelah dan mulutnya melebar dengan suara imut saat menguap.
"Aaasshh aku masih mengantuk" Jisoo meringkuk lagi diatas kasur.
Meskipun dia sadar kalau dirinya neked banget, tanpa busana dari atas sampai bawah. Tapi Jisoo tidak risih sama sekali, justru hal itu malah membuatnya merasa bertambah malas untuk meninggalkan areal kasur karena sudah nyaman dengan suasana yang ada, yaitu tidut telanjang bulat.
Kieeet
Beberapa menit kemudian Limario datang dari kamar mandi.
Dirinya si pria tampan dengan tinggi badan 182 cm itu tengah memakai handu mandi yang di belilitkan pada pinggangnya hingga menutupi kemaluannya. Meskipun sejujurnya Limario belum pakai celana dalamnya.
"Nunnaa" panggilnya.
Limario melihat Jisoo masih turu diatas kasur miliknya. Alhasil Limario naik, dan mendekatkan wajahnya kepada wanita itu.
Diusapnya dengan lembut pipi Jisoolla. Dan Jisoo pun membuka matanya karena di ganggu tidur nya oleh Limario.
"Chagiyaaa mau sarapan apa umm?" Tanya pria itu.
Kemarin malam kalau Limario tidak salah ingat Nunna Jisoo kan mengeluh jika dia merasa lapar dan ingin makan. Tapi menunggu fajar datang dulum dan sekarang sudah fajar jadi Limario ingin memastikan jika kekasihnya itu ingin makan apa supaya energinya pulih kembali.
Limario akan buatkan apa saja yang ingin di makan oleh wanita cantik itu.
Sekitar 3 detik hening. Kemudian suara serak khas milik Jisoo yang baru bangun membuat keheningan hilang di kamar itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
NU-NA [LIMSOO]
Romance(🔞🔞💦) >>> WAJIB VOTE (STOP ADDING MY FFN TO YOUR READING LIST YA!!⚠️⚠️ NGGAK BOLEH) Aku nggak perlu lagi punya pendamping yang serius, cukup pendamping yang imut dan ceria... ada kalanya aku ingin merasakan diriku terhibur dan tertawa oleh kelak...
![NU-NA [LIMSOO]](https://img.wattpad.com/cover/236452173-64-k766869.jpg)