83 - Getting healer part 1

349 35 1
                                        

.
.
.
"Mending begini kan?"

Jisoo memposisikan pernak pernik piring dan teman-temannya diatas meja. Well si janda kembang itu sedang ada di apartemen milik Limario.

Sudah seperti biasa dia masuk ke sana sesuka hatinya, meskipun si pacar brondong sedang tidak ada atau Limarionya lagi sibuk bekerja.

Waktu menunjukan pukul 6 sore. Tadi Limario sudah janji akan pulang, dia pun tau kalau kekasihnya ada di apartemen saat ini, dan Jisoo memang menunggu Limario disana sambil menyiapkan makan malam.

Cantik dan sexy, keliatan sekali saat Jisoo selesai memasak, kemeja yang ia pakai dia gulungkan, apalagi 2 kancing bagian dadanya dia buka karena gerah, plus celemek yang dia pakai itu membuat lekuk tubuhnya kelihatan bagus.

Sebenarnya Jisoo baru saja pulang dari merayakan hari kedukaan, ya... seperti tradisi di keluarganya yang merayakan hari kematian nenek. Hanya keluarga inti yang datang dan mendoakan mendiang nenek.

Acara dimulai pas siang, dan jam 4 sore selesai, makanya Jisoo punya waktu untuk mampir ke apartemen kekasihnya.

"Uhm... berapa lama lagi dia akan datang?" Tanya nya, dia melihat cartier watch nya.

18.09 PM

Seoul dan rotasi waktunya yang cepat, bahkan Jisoo tak sadar kalau dia sudah 1 Jam sendirian di apartemen brondong handsome itu.

Dan yah, maybe Limario akan menepati janjinya, meskipun dengan banyak kendala, mengingat trafic yang padat, jam pulang kerja dan lalu lalang lain yang bisa membuat Lim terlambat pulang.

"Tidak usah mandi, aku malas" kata nya pada diri sendiri.

Jisoo dan gaya hidupnya yang simple, dia tak akan keberatan kalau skip mandi, apalagi dalam keadaan tidak mood, ofc tidak usah mandi kalau tidak butuh.

"Aku bisa mati bosan lagi, karena sendirian disini" katanya lagi.

Kemudian tak lama, sela 15 menit. Pintu apartemen terbuka, menampilkan sosok cowok jakung yang datang, memakai pakaian casual saja, wajahnya nampak lelah tapi dia tersenyum ketika mendapati Jisoo ada disitu.

"Welcome home" greeting si pihak wanita.

Disambut hangat oleh kekasihnya, Limario auto tersenyum tambah lebar. Dia kangen suara, wajah dan clingy nya mbak Pacar. Meskipun sewaktu-waktu ada part dimana Limario juga clingy pada si Janda cantik itu.

"Hey Nunnaaa... uhmm, senangnya ketika pulang ada seseorang yang menyambutkuuu" balas Limario.

Tentu saja cowok itu lepas sepatu dulu, ketika jaraknya sudah dekat dengan Jisoo, dia merentangkan tangannya, berharap 1 pelukan yang akan membuat hari beratnya bisa terlupakan.

"Mau di puk puk" ucapnya gemas.

Jisoo segera saja bangkit dari duduknya, dan menerima tubrukan badan dari kekasih bongsor nya itu.

Aroma Limario rada tidak terlalu wangi, tapi it's okey, maybe karena kesibukannya jadi si mas pacar pulang ke rumah bawaannya kucel dan lelah.

"Having a bad day?" Tanya Jisoo.

"Uhm tidak, tapi aku capek Nunnaaa..." selanya.

"Maaf ya Nunna jadi menungguku lama dirumah sendirian, tadi itu macet sekali" ungkapnya lagi.

"Iya aku paham honey... santai saja, karena kamu datangnya molor maybe makanan yang sudah aku masak malah jadi dingin sekarang" sela Jisoo.

"Maafkan akuu" sesal si cowok.

Dan pelukan pun terlepas.

"Mandi atau makan dulu?" Tanya Jisoo spontan saja. Lirikan mata indahnya mengarah lekat ke wajah kekasih brondongnya.

 NU-NA [LIMSOO]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang