Angin membawa musim terus berganti
Daun yang berguguran, telah berganti daun baru di dahan yang ditinggalkan.
Sungai yang semula kering, kembali membawa kesegaran
Layu bunga sudah berganti menjadi semi
Menarik serangga berterbangan disekelilingnya
Terik matahari redup dibawah tarian hujan
Benar katamu, air mata yang jatuh itu takkan selamanya mengalir
Akan ada waktunya ia berhenti
Meski belum kering sepenuhnya, tapi setidaknya air mata itu bisa sedikit berkurang
Lihat, aku kembali duduk disini
Dibawah pohon rindang tempat kita biasa bertemu
Saling melempar sapa, beradu tawa, dan lari berkejaran
Dan seperti biasanya, aku mengejarmu
Meski kini hanya bisa kulakukan dalam lamunan
Banyak yang ingin ku ceritakan padamu
Tentang bagaimana aku bisa bertahan dalam kerinduan yang begitu menyesakkan
Tentang bagaimana aku menghapus tiap titik air mata kala nama mu bergaung dalam doa
Tentang bagaimana aku memberi gula ke dalam pahit lembaran hari yang harus kulalui meski tanpa hadirmu..
Mungkin kau tak ada waktu untuk sekedar melihatku,
Sementara aku sesekali berkunjung ke tempat ini dan menyaksikan betapa rindu ini membelenggu
Tak apa, kejarlah mimpi mu
Bangun dan wujudkan impian itu satu persatu
Aku akan ada disini menunggu mu
Jika saja kau berbalik arah dan ingin berbagi keluh kesah
Aku disini, memapahmu jika saja kau tertatih
Aku disini dengan tangan yang selalu terulur jika saja kau membutuhkan bantuanku
Akan kau temukan aku di tempat ini, dibawah pohon rindang tempat kita biasa bertemu
Aku disini, menyaksikan musim silih berganti dan memelukmu dalam doa
Akan kutemani kau dari jauh, sampai mencapai titik yang kau impikan,
Dan akan ku katakan dengan bangga
"dia cinta pertamaku"
KAMU SEDANG MEMBACA
Monolog
RomanceSebuah rangkaian kalimat yang dilontarkan untuk diri sendiri agar bisa segera bangkit dari hari-hari yang patah
