Terhitung sudah tiga hari ini Triumvirate tidak berkumpul sekalipun dominan dari mereka masih satu sekolah. Intinya semenjak ujian percobaan berakhir, keenamnya jarang terlihat bersama. Bahkan setengah dari mereka membolos kelas.
Salah satunya adalah Cha Eunwoo. Cowok itu akan pergi dari rumahnya lengkap dengan seragam dan kemudian berakhir di panti asuhan. Bahkan dia datang lebih pagi dari Minji dan membantu orang panti untuk menyiapkan makanan atau memandikan batita. Benar-benar tipikal suami idaman.
"Oh, kamu gak sekolah lagi?" tanya ibu kepala panti saat melihat remaja tinggi itu baru saja keluar dari kamar mandi sambil menggendong satu batita perempuan.
Eunwoo menurunkan batita perempuan itu dan membiarkannya lari ke kamar ganti. "Males, Bun. Paling juga cumaa ngulang materi ujian kemarin."
Wanita paruhbaya itu hanya mengangguk paham. Dia juga tidak banyak berkomentar soal keberadaan Eunwoo yang mungkin memberi pengaruh buruk bagi anak-anak panti yang bersekolah. Menurutnya sangat wajar jika seorang murid merasa jenuh di sekolah dan memilih untuk membolos. Tapi Eunwoo membolos ke panti asuhan juga merupakan hal yang bagus. Ya, dia juga tidak terlalu setuju atas tindakan membolos remaja itu tapi setidaknya Eunwoo tidak melakukan hal buruk seperti kebanyakan kasus yang menimpa remaja pada umumnya. Membolos ke panti, bermain dengan anak-anak, membantu orang panti dan lainnya. Wanita itu sangat menghargai tindakan Eunwoo.
"Kamu sama yang lain gak berantem, kan?"
Eunwoo yang sedang membuka kemejanya langsung menggeleng singkat. "Kita cumaa break. Soalnya abis ujian jadi mulai sibuk masing-masing buat refreshing."
"Oh, begitu. Saya cumaa takut kalian bertengkar saja. Walaupun bukan hak saya untuk melarang tapi kalian itu sudah satu paket. Jadi kalo pisah-pisah gini takut aja ada masalah antara kalian."
Eunwoo meraih tangan wanita itu lalu tersenyum lembut. "Bunda tenang aja! Lagian kalo berantem paling cumaa antara Bangchan sama Jihan lagi atau sama Jungkook. Pokoknya kayak biasa deh!"
Wanita itu tertawa kecil sambil mengangguk paham. "Iya-iya, saya paham! Kamu juga kalo capek, istirahat aja! Anak-anak itu aktif."
"Bunda lupa kalo aku punya banyak peliharaan liar yang gak bisa diatur? Ya, kecuali Jacob sih."
"Iya, saya percaya kok. Ya sudah, saya ke dapur dulu! Mau bantu yang lain masak-masak."
"Oke, Bun!"
Setelah kepergian wanita itu, Eunwoo langsung menuju ruang ganti dan melihat tiga batita yang masih dipakaikan baju. Kemudian setelah itu, dia membawa ketiganya untuk pergi ke bangunan utama. Hanya melihat tiga batita itu berjalan saja sudah cukup membuatnya tertawa. Lucu saja saat mereka jalan saling berpegangan tangan, membimbing bayi satu tahun di tengah yang baru lancar berjalan.
"DOKTER MARK DATANG!"
"Tel mak tang!" seru dua batita yang paling tua dengan antusias.
Eunwoo dapat menebak siapa yang pertama berteriak. Pasti So Junghwan. Karena hanya anak pertengahan lima tahun itu yang berisik setiap ada yang datang. Tadi saja Junghwan yang menyambutnya sampai di parkiran. Kemarin-kemarin juga seperti itu sih.
"Ta nu!" panggil batita di tengah sambil menarik celananya. Kemudian kedua tangannya terulur, tanda minta digendong.
Eunwoo tidak menolak dan mengambil bayi satu tahun itu. Kemudian tangan sebelahnya terulur untuk menggandeng tangan batita perempuan, sedangkan batita laki-laki memegang celananya dan mereka berjalan seperti itu sampai ke ruang makan.
Setelah menyerahkan ketiga batita kepada orang dewasa di ruang makan, Eunwoo langsung berjalan ke ruang tengah dan mendapati si dokter sudah tergeletak di lantai, dikerumuni oleh balita. Dia juga dapat melihat Junghwan sudah cemberut di ambang pintu, tatapan cemburu khas anak-anak ketika tidak diperhatikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRIUMVIRATE SQUAD : 2ND BOOK [COMPLETED]
FanfictionKelanjutan cerita anak-anak Triumvirate dan konflik yang bermunculan di sekitar mereka. Setelah semua yang terjadi, apakah pertemanan mereka akan terus bertahan atau akan berhenti di tengah jalan?
![TRIUMVIRATE SQUAD : 2ND BOOK [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/356377368-64-k198963.jpg)