Anak-anak kecil sudah diantar pulang lebih dulu, sedangkan sebagian kakak-kakak mereka langsung menuju rumah sakit. Tidak ada yang kondusif. Situasi mendadak ricuh seolah kemenangan tadi sore tidak pernah terjadi dan tergantikan dengan kesibukan di rumah sakit.
"Suster," panggil Junseo yang menghampiri salah satu perawat, "tolong sampaikan ke keluarga pasien, kita butuh darah untuk pasien."
Suster itu hampir mengiyakan jika saja tidak teringat jumlah pasien yang tidak hanya satu. "Untuk pasien yang mana, dok?"
"Pasien bernama Park Jihoon."
"Siapkan ruang operasi!" seru dokter lain yang ada disana.
Yoongi yang baru saja bergabung langsung menghampir satu-satunya pasien yang dalam keadaan setengah sadar. "Jihan?"
"Kak Yoongi?!" balas si pemilik nama dengan suara yang serak. Dan tidak butuh waktu lama sampai cewek SMA itu menangis. "Jihoon, kak!"
"Iya, gapapa. Lo disini aja dulu!" ucap Yoongi seraya memperbaiki posisi kepala Jihan lalu mengusap kepalanya dengan pelan. "Luka-luka Lo juga parah. Biar gue tanganin Jihoon dan yang lain."
Mark yang juga datang bersama temannya langsung mengambil bagian untuk membantu pasien lainnya. "Bagaimana?"
"Pasien mengalami shock dan kejang-kejang."
Beda diluar, beberapa anggota Triumvirate dan yang lain terus menunggu dengan gelisah. Pikiran mereka terbuyarkan begitu saja. Ada empat orang yang harus ditangani oleh dokter. Tambah lima dengan pelaku penabrakan tapi mereka tidak peduli.
"Kalo orang itu masih hidup," ucap Namjoon sambil mengepalkan kedua tangannya, "biar gue sendiri yang bunuh dia!"
Seokjin yang baru selesai mengurus administrasi hanya bisa menghela nafas. Tidak, perasaannya sama kacau dengan yang lain tapi kepalanya harus tetap jernih. Minimal salah satu dari mereka harus tetap bisa diandalkan.
"Eunwoo udah diantar balik?" tanyanya pada Jaehyun yang bersandar di sebelah pintu masuk.
"Udah, kak, sama Jungkook."
Hyunjae tiba-tiba datang dan menadahkan tangannya di depan Seokjin. "Boleh minjam mobil gak, kak?"
"Mau ngapain Lo?" tanya Jaehyun.
"Tuh!" tunjuk Hyunjae pada Seonghwa yang hanya tertunduk di tempat sejak tadi. "Maksa dia balik."
"Oh, nih! Anter aja!" ucap Seokjin yang buru-buru menyerahkan kunci mobilnya.
"Serim, kan?" tegur Hyunjae pada cowok yang berdiri gak jauh dari mereka. "Bisa bawa mobil?"
Yang dipanggil langsung mengangguk untuk dua pertanyaan yang diajukan. Dia bahkan tidak tahu bagaimana bisa ikut berakhir di rumah sakit saat dua orang yang dikenalnya bertugas membawa anak-anak kecil pulang.
"Tolong bawa Seonghwa balik, sekalian juga Lo balik aja!" lanjut Hyunjae sambil menyerahkan kunci mobil Seokjin.
"Tapi gue gak punya SIM." Serim tetap menerima kunci tersebut dengan ragu.
"Yang penting bisa, kan?"
"Bisa sih. Terus mobilnya gi..."
"Bawa aja dulu!" potong Seokjin sambil menepuk bahu si anak SMA itu. "Yang penting Lo tolong bujuk Seonghwa pulang dulu!"
"Oh, oke deh."
Younghoon langsung menghampiri tiga orang disana setelah berbicara dengan salah satu suster. "Kak Jimin belum dateng? Susternya bilang Jihoon banyak kehilangan darah jadi dia butuh pendonor."
KAMU SEDANG MEMBACA
TRIUMVIRATE SQUAD : 2ND BOOK [COMPLETED]
FanfictionKelanjutan cerita anak-anak Triumvirate dan konflik yang bermunculan di sekitar mereka. Setelah semua yang terjadi, apakah pertemanan mereka akan terus bertahan atau akan berhenti di tengah jalan?
![TRIUMVIRATE SQUAD : 2ND BOOK [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/356377368-64-k198963.jpg)