Seperti biasa, rumah hutan Taehyung hari ini juga disuguhi pemandangan rapat internal yang akhir-akhir ini rutin dilakukan selama tiga hari sekali. Peserta rapatnya juga seperti biasa. Tidak jauh-jauh dari mereka yang memang tinggal disana.
"...jadi kemungkinan besar kasus itu bakal ditutup gitu aja." Nayoung mengakhiri penjelasan dari pihaknya. Wajahnya tidak terlihat bersahabat apalagi dengan hasil yang masih kurang memuaskan. "Gue masih gak terima kalo orang yayasannya belum dicari."
Youngmin yang sedang mengoles salep pada luka di tangannya melirik sekilas. "Bukannya itu udah di handle Jihan? Dia bilang ada kenal orang yayasan?!"
Nayoung tertawa tapi lebih seperti pengganti dari meringis. Tidak hanya dia. Jinwoo yang duduk jauh di lantai juga melakukan hal yang sama.
"Kalian kenapa?" tanya Seungjin yang terlihat bingung sekaligus khawatir. "Orang yayasannya bukan yang kita harapkan ya?"
"Lebih dari yang Papa bisa bayangin." Jinwoo menjawab dengan suara ringisan.
"Atau salah satu petinggi yayasan?" tebak Hoseok yang akhirnya bergabung setelah beberapa minggu menjalani masa liburnya. Cowok itu juga sudah mengganti gaya rambutnya dan membuat seisi rumah nyaris tidak mengenali si dokter.
Nayoung menatap Jimin dan Taehyung yang terlihat menanti penjelasan mereka. Orang yang menjadi satu-satunya perempuan disana masih kelihatan tertekan untuk suatu hal.
"Kalian malah keliatan mengkhawatirkan loh!" sahut Youngjo yang sebisa mungkin untuk menahan tawa. Ya, bohong jika dia tidak tahu hal apa yang membuat dua orang itu tertekan atas 'koneksi' Jihan.
Namjoon yang sadar akan komunikasi tidak langsung tiga orang itu cepat-cepat mensugesti dirinya. "Ayo! Kim Namjoon gak boleh kaget! Kim Namjoon sudah terbiasa berhadapan dengan kelakuan Jihan. Huft, gue udah siap! Silahkan beberin!"
Nayoung sedikit membanting berkas-berkasnya lalu meringkuk ke lantai. "Lo aja yang ngomong, Jin! Sebagai kakak sepupunya!"
"Ah, gue malah ragu kita beneran sepupu." Jinwoo cemberut tapi tetap beringsut maju ke meja. Matanya sibuk menatapi orang-orang disana sebelum memberikan jawaban. "Orang yayasan yang dimaksud Jihan itu bukan cuma sekedar petingginya tapi...Lee Hyukjae, kepala yayasannya langsung!"
Daripada terkejut, Jimin malah tertawa.
"Apa sih? Setahu gue hubungan anak-anak Triumvirate sama para orang tua gak ada yang bagus deh?! Gak mungkin juga adek gue bisa akrab sama kepala yayasan."
Beda lagi dengan Seungjin yang langsung menarik Namjoon untuk menyibukkan diri.
"Haha, saya gak dengar!"
Reaksi Taehyung juga tidak berbeda jauh. Dia malah kelihatan penjelasan Jinwoo hanyalah sebuah skenario semata.
"Gue tahu Jihan udah temenan sama anaknya tapi emangnya mungkin mereka akrab?"
"TUHKAN! UDAH GUE DUGA!" seru Jinwoo yang juga membanting berkasnya ke meja kaca. "Tapi tuh anak yang ngenalin si jaksa ke Lee Hyukjae secara langsung. Mana mereka main catur bareng lagi."
"Serius, Jinwoo gak bohong!" tambah Nayoung dengan nada yang terkesan frustasi tapi tubuhnya kembali bangun. "Jihan bahkan hafal jadwalnya."
Youngmin mungkin satu-satunya orang yang tidak terpengaruh. Terlalu sibuk mengobati sisa-sisa lukanya sampai tidak menganggap pusing perdebatan hubungan Jihan dan Lee Hyukjae.
"Tapi berhubung yang kita omongin ini si Jihan jadi buat gue gak terlalu ngagetin sih."
Youngjo juga hanya tertawa sambil sibuk dengan laptopnya. "Udah sih, kalo gak mau percaya juga gapapa. Jimin yang saudara kandung aja gak bisa nebak isi kepalanya, apalagi kita yang disini. Kalo pada punya riwayat jantung, yakin deh kalian bakal tinggal nama waktu dengerin semua yang berhubungan sama dia."
KAMU SEDANG MEMBACA
TRIUMVIRATE SQUAD : 2ND BOOK [COMPLETED]
FanficKelanjutan cerita anak-anak Triumvirate dan konflik yang bermunculan di sekitar mereka. Setelah semua yang terjadi, apakah pertemanan mereka akan terus bertahan atau akan berhenti di tengah jalan?
![TRIUMVIRATE SQUAD : 2ND BOOK [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/356377368-64-k198963.jpg)