187

10 2 0
                                        

Berpindah pada Triumvirate yang entah bagaimana sudah terpencar menjadi dua kelompok. Dan entah bagaimana juga pembagian mereka sangat sempurna. Kedelapan alumni Creighton bersama, terpisah dari tujuh teman mereka yang lainnya.

"GAK BISA!" teriak Bangchan yang masih memimpin pelarian. "Bisa-bisa tenaga kita abis cuma buat lari!"

Jihan menyamakan langkahnya dengan pemuda itu lalu berdecih pelan. "Kalo lo masih bisa ngoceh, artinya aman aja! Jadi jangan banyak bacot deh!"

"BELOK! BURUAN!" teriak Eunwoo ketika mendapati kelompok preman yang berlari dari arah depan mereka.

"Kenapa mesti lari sih?" gerutu Younghoon yang sudah mengacak-acak rambutnya. "Berantem aja, elah! Lebih buang-buang tenaga kalo gini ceritanya!"

"Kagak lucu, anjir!" sahut Jungkook tidak terima. "Ya kali berantem pake outfit ginian?!"

"Kaliin aja biar gak ribet." Hyunjae menambahkan setelah menjatuhkan tempat sampah di jalanan. "Oke, sekarang ada yang punya ide? Karena gue udah beneran capek buat lari lagi!"

Jacob hanya menatap punggung teman-temannya sebelum memutuskan untuk menyalip barisan depan. "Kayaknya besok ada berita deh."

Jaehyun yang sempat mengecek ponselnya langsung berdecih. "Gak perlu besok, sekarang aja lagi trending kelompok orang abis kondangan dikejar preman."

Bangchan memegang perutnya yang terasa mual. Rasanya belum satu jam makanan tercerna tapi sudah olahraga dadakan. Berlari setelah makan? Sangat tidak dianjurkan.

Hyunjae menarik kerah Eunwoo dan spontan membuat cowok tinggi itu menarik kerah Jungkook. "GAK BISA, ANJIR! BERANTEM AJALAH!"

Younghoon sudah menggulung lengan bajunya lalu melakukan peregangan. "Ayolah! Gue udah lama gak olahraga."

Jacob melirik Jihan yang sedang merapikan gaun putihnya dengan ekspresi sebal. "Kenapa? Robek?"

"Repot, njir, berantem pake baju putih. Mana dress lagi!"

Jaehyun yang sudah mengambil balok kayu langsung mendekat. "Lo pake celana gak? Gak lucu kalo cuma pake daleman doang!"

"Untung gak jadi pake heels!" tambah Hyunjae.

"ANJING LAH!" maki Younghoon dengan tatapan sebal. "Gak ada yang nafsu sama lo pas gini!"

"RIBUT MULU!" sahut Jungkook yang sudah berdiri paling depan dengan Bangchan. "Ini urus dulu, woy!"

Eunwoo juga sudah menatap kelompok preman yang tertawa karena berpikiran bahwa mereka sudah mengepung Triumvirate. Ya, sebenarnya mereka memang sudah terkepung dari dua arah. Jadi tidak ada pilihan lain untuk menghindar.

Hyunjae hendak berbicara saat benturan dua balok kayu memecahkan keheningan. Jaehyun baru saja menghalangi satu orang yang hendak memukul Jacob.

Akhirnya perkelahian tidak bisa dihindari. Berhubung pakaian berwarna putih jadi mereka sebisa mungkin untuk tidak berguling di tanah. Walaupun begitu, decihan terus keluar sebagai bentuk protes akan pernak-pernik pada pakaian mereka.

Mungkin ada sekitar 15 menit perkelahian terjadi tapi rasanya kelompok preman itu tidak ada habisnya sekalipun beberapa sudah banyak yang terkapar. Hyunjae sampai menggunakan tali bajunya untuk menjatuhkan lawan. Jihan? Berhubung rambutnya terurai jadi dia melepas tali hitam yang mengikat di leher Bangchan untuk dijadikan ikat rambut.

"Anjinglah! Gak lagi-lagi gue ngumpul bareng kalian!"

"Gila, emang kutukan kali ya kalo kita ngumpul lengkap?!" sahut Younghoon seraya memungut balok kayu yang ada di ujung kakinya.

Jacob menyempatkan dirinya untuk menenangkan Jungkook yang keliatan mencoba menahan emosi. Gak tahu timingnya bagus atau malah bahaya. Soalnya temennya itu akhir-akhir ini agak ngeri kalo terlalu emosi, makanya Jungkook berusaha tenang.

"Gak bisa, Cob! Gue gemes pengen nonjok mereka!"

Pas mereka merasa semua lawan udah tumbang, Hyunjae dan Jaehyun justru menyadari sesuatu. Mereka buru-buru narik yang lain buat masuk ke satu gang kecil. Saking buru-burunya, mereka udah gak peduli kalo gang itu buntu dan nembus ke satu rumah makan kecil.

Jadi mereka masuk dari dapur rumah makan dan lari-lari di dalam, ngelewati orang yang lagi makan. Pas udah keluar, masing-masing coba buat ngambil nafas.

"Kan bener dugaan gue!" ucap Jaehyun dengan pandangan yang tertuju ke seberang jalan.

"Anjir!" umpat Hyunjae yang buru-buru menepuk bahu seluruh temannya. "Malam ini kita harus nguras banyak tenaga!"

"Apaan sih?" sahut Eunwoo yang ikut memandang ke arah yang dipandangi kedua temannya. "Sumpah lo?"

Jungkook memijat pelipisnya terus ngambil hp buat ngechat ketujuh teman mereka yang lain. "Kita harus ngumpul sama yang lain!"

"Kayaknya," ucap Jacob seraya merapikan rambut Jihan, "berita soal komplotan yang dulu kita kalahin ngumpulin massa buat ngeroyok kita tuh beneran deh."

Younghoon ngedecih terus nepuk bahu Jihan. "Minat taruhan gak?"

"Hmm, motor baru sama tiket. Gimana?" tawar gadis itu sambil ngeluarin kunci motornya dari tas.

"Deal!" balas Younghoon dengan senyum miring.

"Anjing, malah taruhan!" protes Eunwoo.

"Ini tuh namanya memotivasi loh!" balas Jihan dengan antusias.

"Oke." Jungkook berucap setelah menyimpan ponselnya. "Anak-anak juga dikepung. Kita arahin mereka ke taman biasa!"

"Oh, oke!" balas Jihan dan Younghoon yang sudah mengambil ancang-ancang.

Jaehyun dan Eunwoo sudah mengeluh lebih dulu.

"WOY! ITU MEREKA!" seru sekumpulan orang yang berasal dari seberang jalan.

"YANG KALAH, ABIS WISUDA BAKAL KERJA DI PERUSAHAANNYA JIMIN SELAMA LIMA TAHUN!"

Teriakan Jihan berhasil memotivasi ketujuh temannya. Sekalipun mengeluh, delapan orang itu terus berlari untuk sampai ke tempat tujuan mereka. Malam ini akan berakhir sangat panjang untuk mereka semua.

*END*

TRIUMVIRATE SQUAD : 2ND BOOK [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang