"Beri sedikit keberanian untuk perlahan terbang bebas tanpa mendengar prasangka yg menghimpit dada. Melangkah tanpa resah mendengar bisik yg memilukan. Dan atau duduk tenang tanpa gundah akan desakan banyak hal" Sepenggal kisah tentang gadis yang hi...
Akhir pekan tak membuat Nabila santai. Serangkaian operasi masih dia lakukan bahkan saat perutnya mulai membesar. Dengan statusnya sebagai dokter yang dikenal baik dan handal banyak sekali pasien juga rekan kerja yang begitu perduli dan sayang dengan Nabila hingga gerak gerik dia di rumah sekit selalu diperhatikan.
"Dok hati-hati".
"Nabila gak usah lari".
"Pelan-pelan Dok".
"Perut kamu sudah besar, hati-hati".
"Gak usah dorong Dok biar saya aja".
Ucapan-ucapan itu mewarnai hari-hari Nabila membuat Nabila merasa sangat dicintai.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jadi ibu semembahagiakan ini ya nak, terimakasih sudah mau memilih rahim ibu untuk kalian singgahi ya nak..sehat terus ya nak" seru Nabila mengelus perutnya yang sekarang besar.
Sore hari waktu pulang Rony dengan senyum sumringahnya menyambut Nabila yang keluar dari rumah sakit. Rony berlari menghampiri Nabila untuk menggandeng Nabila.
"Sini aku bantu bawak tasnya" Rony meraih tas yang Nabila pegang.
"Makasih... kakak nunggu lama gak?".
"Gak kok.. aku baru sampek, eh ternyata kamu sudah keluar. Capek gak sayang?".
Nabila menggelengkan kepala, meyakinkan Rony bahwa dia begitu sehat dan bahagia. Saat Rony membukakan pintu untuk Nabila pandangan Nabila teralihkan pada anak kecil yang berlarian di jalan depan rumah sakit.
"Itu kemana ibunya ya?" seru Nabila.
"Apa sayang?" tanya Rony.
"Itu Kak..." Nabila menunjuk anak kecil yang sedang bermain sendiri. Hingga tiba-tiba ada sebuah mobil yang melintas agak cepat. Nabila menyadari itu melihat panik berlari menyeret anak itu dalam pangkuannya. Seperti disambar petir Rony berteriak memanggil Nama Nabila yang lepas dari pandangannya begitu saja.
"Nabila..." tubuh Rony tiba-tiba kaku melihat Nabila yang sudah terjatuh bersama anak kecil itu. Nabila sendiri terlihat tergeletak belum bergerak. Jantung Rony seakan berhenti perlahan menghampiri Nabila. Tubuhnya lemas, fikirannya kacau. Bayangan buruk tiba-tiba saja menari-nari dikepalanya.
"Nab...Nab.... " panggil Rony menarik tubuh Nabila. Nabila memeluk erat anak itu sambil menutup mata. Sayup-sayup dia mendengar suara Rony yang bergetar, dia sendiri merasa takut akan terjadi hal buruk pada dirinya. Perlahan dia membuka matanya dan melihat Rony dengan keringat yang bercucuran juga mata yang mulai memerah.