"Beri sedikit keberanian untuk perlahan terbang bebas tanpa mendengar prasangka yg menghimpit dada. Melangkah tanpa resah mendengar bisik yg memilukan. Dan atau duduk tenang tanpa gundah akan desakan banyak hal" Sepenggal kisah tentang gadis yang hi...
Semalaman Rony rewel seperti anak kecil, Nabila memaklumi itu karena kondisi Rony yang memang kurang baik. Nabila cukup bingung pasalnya tekanan darah dan suhu tubuh Rony normal. Nabila juga sudah memberikan obat pereda mual. Dia memberi makanan yang lembut untuk Rony khawatir memang lambungnya bermasalah. Sampai pukul 3 pagi Rony masih terlihat lemas walau mualnya menurun.
"Kita kerumah sakit cek lab aja gimana? Masalahnya aku periksa kakak semua normal, tapi kakak lemes gini, aku takut memang lambung kakak bermasalah karena makan durian kemaren" ajak Nabila.
"Hem.. gak Nab, kalau memang aku gak papa. Mungkin karena efek muntah-muntah kemaren aja kali ya makanya masih lemes" jawab Rony.
"Yakin? Ya udah pagi ini aku buatin bubur ya jangan makan yang aneh-aneh dulu. Terus habis itu minum obat".
"Iya".
Nabila meninggalkan Rony untuk beristirahat, dia menyiapkan sarapan untuk Rony yang sedang sakit.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nabila membawa bubur itu ke kamar, namun baru juga melihat bubur Rony beranjak berlari ke kamar mandi lalu kembali muntah - muntah.
"Ya Allah kenapa lagi" Nabila segera menyusul Rony dan membantunya.
"Kak udah yuk kita ke rumah sakit aja, aku juga harus masuk. Aku gak tenang kalau harus ninggalin kakak. Ke rumah sakit ya, setidaknya aku juga bisa mantau kakak" bujuk Nabila sambil memijat punda Rony.
Rony hanya mengangguk pasrah. Setelah bersiap-siap Nabila membawa Rony ke rumah sakit dimana dia harus bekerja. Sebelum bertugas dia dengan segera mengurus suaminya terlebih dahulu, memeriksa dan memasang selang infus pengganti cairan untuk tubuh Rony yang mulai lemas karena belum masuk makanan sama sekali.
"Pagi Dokter Nabila" sapa salah satu rekan kerja Nabila.
"Pagi Sin...".
"Pucet banget ngalahin pasien mu" ledek Sindi yang melihat Nabila terlihat lesu.
"Masak sih, tau ni.. lagi ribet. Ini entar aku harus OP satu jaman lagi, cuman kepikiran sama suami ku".
"Kenapa suami mu?" tanya Sindi.
"Tau deh... dia muntah-muntah dari kemaren habis makan durian".
"Hem.. kok bisa. Kebanyakan makan durian kali".
"Itu dia masalahnya, aku dah cek semua normal, bahkan lambungnya juga aman".
"Aneh ya...!" Sindi menerawang mencoba menerka.
"Hem... kak Alya gimana?" tanya Nabila tiba-tiba. Sindi adalah dokter obgyn handal yang ada di rumah sakit Nabila bekerja.
"Aman... nanti siang dia bakal pulang".
"Syukurlah".
"Ngomong-ngomong Bil...Kamu gak lagi hamil kan?" tanya Sindi tiba-tiba membuat Nabila tertegun kaget.