PRASANGKA

785 83 4
                                        

Sudah hampir 2 bulan Rony dan Nabila harus berjauhan. Hampir setiap hari sebisa mungkin mereka berkomunikasi memberi kabar satu sama lain. Rony yang sibuk dengan pekerjaannya dan Nabila yang mulai dengan kegiatan yang padan selalu berusaha menyempatkan diri memberi kabar apa yang akan dan sedang dia lakukan. Seperti pagi ini, saat Nabila tengah sibuk menghangatkan diri dengan makanan berkuah dan hangat yang sengaja dia buat. Dia mengambil telfon genggamnya untuk mengirim foto pada Rony.

"Assalamualaikum suami ku, aku lagi makan sup, di sini musim salju, dingin. Aku juga entar mau berangkat ya. Kakak sudah di kantor kerja kan ya... selamat bekerja dan jangan terlalu capek ya. Love you".

Setelah selesai menghabiskan makanannya, dia bergegas berangkat, hatinya sedikit resah karena Rony belum juga membalas pesannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah selesai menghabiskan makanannya, dia bergegas berangkat, hatinya sedikit resah karena Rony belum juga membalas pesannya. Walau begitu Nabila tetap harus fokus dengan pekerjaannya. Menjelang siang saat jadwalnya mulai santai dia kembali mengecek HP namun belum juga dia mendapat balasan dari Rony. Dia sedikit khawatir dan mencoba menelfon Rony tapi tetap saja tidak ada jawaban dari Rony.

Sampai akhirnya HP Nabila berbunyi, sebuah pesan yang dia tunggu terlihat di sana.

"Sayang ... maaf barusan ada banyak kerajaan. Maaf ya" pesan itu Rony kirim. Nabila yang juga sedang sibuk menyempatkan diri untuk membaca. Kekhawatiran nya sudah mereda namaun amarahnya membuncah. Dia mengabaikan pesan Rony dan kembali fokus pada pekerjaannya.

Tanpa balasan Rony yang mulai khawatir terus mencoba menelfon Nabila namun Nabila sengaja mematikan ponselnya, bahkan hingga malam tiba dan Indonesia sudah sangat larut. Rony tetap terjaga walau badannya sangat lelah menunggu jawaban dari Nabila.

"Sayang.. diangkat ya... aku bener-bener minta maaf" Rony kembali mengirim pesan mencoba membujuk Nabila. Nabila sudah di berada di penginapan, dia memasak makanan untuk makan malamnya. Membaca pesan Rony dia merasa iba sudah banyak pesan dan panggilan yang Rony lakukan namun Nabila masih dengan egonya tak membalas apapun hingga dia merasa sudah berlebihan dan mengangkat telfon Rony.

"Assalamualaikum .. Akhirnya diangkat. Maaf".

"Waalaikumsalam, kakak yang minta harus selalu ngasih kabar tapi kakak gak ngabarin" sambar Nabila.

"Iya sayang aku minta maaf, tadi ada masalah di kantor. Aku harus pagi-pagi berangkat dan lupa buat ngabarin".

"Lupa berarti bukan prioritas" lanjut Nabila ketus.

"Gak begitu sayang, kamu adalah prioritas ku, tapi namanya manusia" ujar Rony lembut. Nabila mulai mereda, Rony benar manusia tak luput dari khilaf. Belum sempat melanjutkan pembicaraan sebuah ketukan pintu kamar terdengar.

"Nak, kamu belum tidur" teriak bibi dari balik pintu kamar Rony.

"Sayang tunggu deh, bibi manggil, bentar y" ucap Rony.

CINTA PERTAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang